Sakinah dalam Pernikahan Tidak Hanya dengan Tepukan
Di sisi lain, biaya kebutuhan hidup terus merangkak naik. Di saat seperti itu, negara lepas tangan dan menyerahkan pada mekanisme pasar. Begitulah negara dalam kerangka sistem kapitalis, kesejahteraan rakyat tidak diusahakan oleh negara, melainkan rakyat harus berjuang sendiri-sendiri untuk meraihnya.
Oleh karena itulah, mewujudkan sakinah dalam sebuah pernikahan tidaklah cukup dengan sebuah tepukan penyemangat. Harus ada upaya real yang mampu mewujudkan itu semua, salah satunya dengan menegakkan sistem kehidupan yang sahih, yakni sistem Islam.
Karena hanya dengan sistem Islam sajalah, negara akan menjalankan fungsinya sebagai raa-iin yakni pemelihara urusan rakyatnya, bukan sakadar regulator. Hanya dengan sistem Islam sajalah, akan terwujud kehidupan masyarakat yang sejahtera, tenteram dan bahagia karena ditopang oleh pengurusan negara yang sesuai dengan syariat Islam.
Jika sudah begitu, pasangan suami istri pun akan mampu menjalankan perannya untuk mencetak generasi berkualitas yang akan mampu membangun peradaban emas di masa depan, karena tidak di-stresskan oleh keadaan.
Sistem Islam juga akan mampu menghadirkan suasana keimanan dalam kehidupan, karena sistem sanksi ditegakkan sesuai syariat Islam, sehingga segala pintu yang dapat menjadi pemicu kehancuran rumah tangga dapat tertutup rapat, misalnya perselingkuhan.
Demikianlah sistem Islam memiliki seperangkat aturan yang komprehensif dalam menciptakan keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Wallahu’alam bisshawab.
Hana Annisa Afriliani, S.S., Aktivis Dakwah dan Penulis Buku.






