NUIM HIDAYAT

Seandainya Negeriku Dasarnya Al-Qur’an

Al-Qur’an menyebut tugas para Rasul adalah membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa manusia dan mengajarkan Al-Qur’an dan hikmah (Sunnah/rahasia kehidupan).

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), padahal sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran 164)

Al-Qur’an mendidik manusia, baik aparat negara maupun rakyat, agar menjadi manusia yang bertakwa (insan kamil). Allah Yang Maha Pencipta telah menurunkan Nabi Muhammad saw sebagai insan kamil atau insan teladan bagi manusia.

Beberapa ayat yang menuntun manusia agar menjadi insan kamil (manusia sempurna), di antaranya adalah:

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela, tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dll.), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas, dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yaitu) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Mu’minuun 1-11)

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang kasar), mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang-orang yang menghabiskan malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.”

Sungguh, Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (infak itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain selain Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat dosa. (Yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Dan barangsiapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia telah bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang yang mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya.

Dan orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta. Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (surga) karena kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan salam di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. (Surga itu) sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.“ (QS. al Furqan 63-76)

“Dan sungguh, Kami telah memberikan hikmah kepada Luqman, (yaitu): ‘Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.’

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang besar.’

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku tempat kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kamu menaati keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Wahai anakku! Sungguh, jika ada sesuatu (perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Wahai anakku! Dirikanlah shalat, suruhlah (manusia) berbuat yang baik dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

Dan janganlah engkau memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman 12-19)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button