NASIONAL

Sebut Indonesia Alami ‘Kepribadian Ganda’, Munarman: Konstitusinya Berkeadilan tetapi Praktiknya Kapitalistik-Oligarkis

“Kalau kita mau menyelesaikan persoalan ini, maka harus diselaraskan. Tidak boleh ada kepribadian ganda. Norma, logika, dan konstitusi dengan praktik harus diselaraskan,” kata Munarman.

Dialog nasional tersebut dipandu jurnalis senior Indra Jaya Piliang. Selain Munarman, forum menghadirkan tokoh ulama Habib Muhsin Ahmad Alatas yang memberikan pandangan mengenai etika sosial dalam penegakan konstitusi ekonomi.

Kajian akademis juga diperkuat oleh sejumlah pakar, antara lain Dewan Fatwa Gerakan Pasal 33 KH. Hasan Basri Rahman, mantan Anggota Komnas HAM Hafid Abbas, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Faizal Bakti, serta Guru Besar ITS Surabaya Daniel M. Rosyid. Turut memberikan kontribusi pemikiran anggota DPD RI Tamsil Linrung dan Aktivis 26, Syukur Mandar. []

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button