DAERAH

Sebut LGBT Ancaman Non-Militer, Ormas Islam Jawa Barat Kawal Sikap Tegas MUI

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua Umum MUI Jawa Barat, KH Aang Abdullah Zein, menyampaikan rasa syukur, apresiasi, dan rasa hormat yang mendalam kepada seluruh perwakilan elemen umat yang hadir.

“Kehadiran para ustadz ulama, bapak ibu ini turut memberikan semangat kepada kami di MUI Jabar untuk mendorong MUI Pusat, untuk memberikan masukan menjadi UU. Selanjutnya kita di Jawa Barat ini harus segera kita bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT,” terang Kiai Aang yang disambut pekik takbir dari para peserta.

Pada awalnya, Kiai Aang mengakui bahwa MUI Jawa Barat sempat merasa berjuang sendiri. Kedatangan aliansi dari PPNKRI ini membuat pihak ulama merasa mendapatkan sahabat seperjuangan yang nyata.

“Jadi boleh saya nyebut sahabat ya? Ini sesuai visi misi kami, yang pertama, khidmat ulama untuk Jawa Barat istimewa. Ini bentuk pelayanan kami. Tetapi yang harus ingat, ini para sahabat semua. Ajak juga, sahabat-sahabat dari pemuda-pemuda yang lain. Kita kumpulkan bareng-bareng, menjadi sahabat MUI. Sekali kita bikin gerakan, kita ubah warna Jawa Barat,” ajak Kiai Aang.

Kiai Aang juga menyampaikan bahwa MUI Jawa Barat menyerukan empat prinsip utama bagi umat. Keempat hal tersebut adalah bersatu dalam akidah, berjamaah dalam ibadah, toleran dalam khilafiyah, dan bekerja sama dalam dakwah.

“Bersama Sahabat MUI kita jadikan Jawa Barat jadi Istimewa dengan amar ma’ruf nahi munkar termasuk para penyebar dan pelaku LGBT ini,” pungkasnya.[]

Reporter: Suwandi

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button