OASE

Takwa Berkelanjutan: Makna Syawal dan Tantangan Era Digital (2)

Ringkasnya, iman merupakan akar dan fondasi utama dari seluruh kebaikan dalam Islam. Dari iman itulah tumbuh amal saleh, akhlak mulia, dan takwa.

Semakin kuat iman seseorang, semakin kokoh pula akhlaknya, semakin nyata amal salehnya, dan semakin tinggi tingkat ketakwaannya. Sebaliknya, lemahnya iman akan berpengaruh pada rapuhnya akhlak dan menurunnya kualitas amal.

Tips Orang Tua dalam Membangun dan Membentuk Karakter/Akhlak Murid di Era Digital

Berikut ini adalah tips bagi orang tua dalam perannya membangun dan membentuk akhlak murid di era digital:

  1. Menanamkan iman dan takwa sebagai fondasi utama, karena akhlak mulia tidak akan kokoh tanpa landasan keimanan yang kuat; orang tua perlu membiasakan anak dengan ibadah, mengenalkan nilai halal–haram, serta menumbuhkan kesadaran bahwa Allah Swt. selalu mengawasi, baik di dunia nyata maupun digital.
  2. Memberikan keteladanan (uswah hasanah), sebab anak lebih mudah meniru daripada sekadar mendengar nasihat; etika orang tua dalam menggunakan gadget, bermedia sosial, dan berkomunikasi akan menjadi cermin bagi anak.
  3. Melakukan pengawasan dan pendampingan yang bijak terhadap aktivitas digital anak, bukan dengan kontrol berlebihan, tetapi dengan komunikasi terbuka, penjelasan risiko, serta penanaman tanggung jawab.
  4. Membiasakan mujahadah dan riyadhah (latihan jiwa), yaitu melatih anak untuk mengendalikan hawa nafsu, seperti menahan diri dari konten negatif, berkata kasar di media sosial, atau kecanduan gawai.
  5. Menanamkan kesadaran bahwa etika di dunia digital sama dengan etika di dunia nyata, sehingga anak memahami bahwa setiap ucapan, komentar, dan tindakan di dunia maya memiliki konsekuensi moral.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan orang tua mampu membentuk karakter anak yang berakhlak mulia, tidak hanya dalam kehidupan nyata, tetapi juga dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

Penutup

Bulan Syawal bukan sekadar perayaan setelah Ramadhan, tetapi merupakan momentum untuk melanjutkan nilai-nilai pendidikan yang telah ditempa selama bulan suci.

Keberhasilan seseorang sebagai “lulusan” madrasah Ramadhaniyyah tidak hanya ditandai dengan kegembiraan di hari raya, tetapi juga dengan konsistensi dalam menjaga iman, takwa, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di era digital.

Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan yang bijak. Wallāhu a‘lam.

Zuhaili Zulfa, S.Pd., Guru Pendidikan Agama Islam di Yogyakarta.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button