INTERNASIONAL

Taliban Minta Amerika Hentikan Evakuasi Warga Afghanistan

Kabul (SI Online) – Seorang juru bicara kelompok pejuang Taliban mengatakan pada Selasa (24/08), mereka ingin agar Amerika Serikat berhenti mendorong warga Afghanistan untuk pergi dan negara-negara asing berhenti membawa para ahli Afghanistan keluar dari Afghanistan. Demikian dilansir Aljazeera, Rabu, 25 Agustus 2021.

“Kami meminta orang-orang Amerika untuk mengubah kebijakan Anda dan tolong jangan mendorong warga Afghanistan untuk pergi. … Jangan bawa mereka ke luar negeri,” kata juru bicara itu, seperti disiarkan BBC.

Pemerintahan Biden mengharapkan beberapa warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa khusus tidak akan dilarang pergi ke bandara Kabul untuk mengungsi dalam beberapa hari mendatang, bahkan ketika Taliban meminta Amerika Serikat (AS) untuk berhenti membantu mereka pergi, kata sekretaris pers Jen Psaki pada Selasa (24/8).

Gedung Putih mengatakan pemerintahan Biden mengharapkan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa AS masih akan diizinkan meninggalkan negara itu.

“Orang-orang yang kami prioritaskan … yang memenuhi syarat untuk visa imigran khusus … harapan kami adalah mereka akan dapat mencapai bandara,” kata Psaki.

Pemerintah AS sedang mengevakuasi ribuan orang dari Afghanistan, termasuk warga Afghanistan yang membantu mereka di sana.

Para pejabat AS itu mengatakan bahwa Washington berjuang melawan ruang dan waktu untuk mengevakuasi orang-orang dari Afghanistan.

Saat memberikan pengarahan kepada wartawan di Pentagon, Mayor Jenderal William Taylor mengatakan 17.000 orang sejauh ini telah dievakuasi dari Afghanistan, termasuk 2.500 warga Amerika.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS John Kirby mengatakan dia tidak memiliki angka pasti tentang berapa banyak orang Amerika yang masih berada di Kabul dan Afghanistan secara keseluruhan.

“Kami berjuang melawan waktu dan ruang. Itulah perjuangan yang kami lakukan saat ini. Dan kami mencoba melakukan ini secepat dan seaman mungkin,” kata Kirby.

Kirby juga mengatakan bahwa pemerintah AS bertujuan untuk mengeluarkan sebanyak mungkin orang dengan secepat mungkin. Dan itulah yang menjadi fokusnya.”

Mayjen William Taylor, dengan Staf Gabungan militer AS, mengatakan bahwa 3.800 orang dievakuasi dengan menggunakan penerbangan militer AS dan pesawat sewaan dari bandara Kabul dalam 24 jam terakhir.

Seminggu setelah kelompok pejuang Taliban menguasai Afghanistan, Amerika Serikat berusaha mati-matian untuk mengevakuasi ribuan orang –termasuk warga Amerika dan warga Afghanistan, yang berisiko setelah bekerja dengan pasukan pimpinan AS selama perang dua dekade di negara itu.

Red: Agusdin/dbs

Artikel Terkait

Back to top button