Tarbiyah Fondasi yang Tak Bisa Ditawar
4. Tarbiyah adalah Jalan Menuju Kemenangan (Thariqun Nashr)
Sejarah mencatat bahwa kemenangan Badr, Fathu Makkah (pembebasan Makkah), dan pembebasan Andalusia tidak datang secara tiba-tiba. Kejayaan tersebut lahir dari generasi yang telah ditempa selama bertahun-tahun dalam proses tarbiyah.
Kemenangan tanpa landasan tarbiyah hanya akan menghasilkan euforia yang bersifat sesaat. Sebaliknya, kemenangan yang diiringi dengan tarbiyah akan melahirkan sebuah peradaban yang besar.
5. Tarbiyah adalah Bukti Sejarah (Burhanut Tarikh)
Semua gerakan besar yang mampu bertahan lama di dunia selalu memiliki sistem tarbiyah yang kuat. Para sahabat Nabi sendiri ditempa langsung selama 23 tahun oleh Rasulullah saw.
Imam Ahmad bin Hanbal mampu bertahan saat disiksa penguasa karena kokohnya tarbiyah akidah di dalam dirinya. Para ulama salaf pun tidak lahir secara tiba-tiba ke dunia.
Mereka semua merupakan produk nyata dari sistem halaqah, majelis ilmu, dan suluk (perjalanan spiritual). Sejarah telah membuktikan bahwa umat yang meninggalkan tarbiyah akan kehilangan ruh serta arah perjuangannya.
6. Tarbiyah Menjaga Keaslian (Hifdzul Ashalah)
Di zaman penuh fitnah ini, identitas seorang Muslim sangat mudah luntur dan tergerus zaman. Tarbiyah berfungsi menjaga kita agar tetap berada di atas manhaj (jalan) yang lurus, tidak hanyut oleh tren, dan tidak silau dengan budaya asing.
Ia menjadi tameng kokoh agar kita tetap Islam dalam urusan akidah, ibadah, akhlak, maupun muamalah. Tanpa adanya tarbiyah, seorang Muslim akan sangat mudah berubah hanya karena lingkungannya berubah.
Oleh karena itu, kita boleh saja berbeda dalam strategi dakwah, metode, ataupun program kerja. Namun, jangan pernah sekali-kali menawar pentingnya proses tarbiyah.
Karena menawar tarbiyah sama saja dengan menawar masa depan dan kejayaan umat. Mulailah langkah ini dari diri sendiri terlebih dahulu.
Masuklah ke dalam sistem tarbiyah yang terstruktur. Jadilah seorang murid yang dididik dengan baik, lalu berkembanglah menjadi guru yang mendidik orang lain.
Peradaban besar tidak akan pernah dibangun hanya di atas sebuah orasi. Peradaban itu dibangun di atas manusia-manusia yang dibentuk di atas sajadah, di dalam halaqah, dan di medan dakwah.[]
Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.






