Trump dalam Posisi Sulit, Tampak Kegagalan AS di Iran
Pada masa itu, kapal perang Amerika Serikat mengawal kapal-kapal netral melewati zona konflik Iran dan Irak yang telah menewaskan lebih dari 440 pelaut serta merusak sekitar 400 kapal.
Opsi lain yang lebih ekstrem mencakup serangan menyeluruh terhadap infrastruktur sipil Iran atau melakukan invasi darat, meskipun tidak ada jaminan bahwa tindakan tersebut akan memaksa pemerintah Iran tunduk pada kemauan Trump.
Kekosongan kepemimpinan yang terjadi di Iran saat ini sebagian besar merupakan dampak langsung dari tindakan militer yang diambil oleh Amerika Serikat dan Israel.
Serangan yang menewaskan Ali Khamenei serta melukai putranya, Mojtaba Khamenei, telah menghilangkan sosok sentral yang mampu mempersatukan faksi ulama, politisi, dan militer, termasuk korps IRGC.
Trump sendiri mengakui situasi tersebut melalui sebuah unggahan yang menyebutkan bahwa Iran saat ini sedang mengalami kesulitan besar dalam menentukan kepemimpinan nasional mereka.
Di sisi lain, Trump juga menghadapi tekanan besar dari para penasihatnya yang berhaluan keras terhadap Iran, di samping kecenderungannya untuk mengikuti arah kebijakan Benjamin Netanyahu.
Meskipun mereka terus mendesak Iran agar segera menghentikan pengayaan nuklir dan membuka Selat Hormuz, posisi tawar dan sikap Iran justru tampak semakin mengeras.
Kritik dari berbagai spektrum politik, baik dari sayap kiri maupun kanan, kini terdengar semakin lantang karena perang ini dianggap memperburuk krisis biaya hidup di Amerika Serikat menjelang pemilu.
“Ini merupakan konsekuensi yang diciptakan sendiri oleh kebijakan Trump dan Netanyahu,” ungkap Matt Duss, Wakil Presiden Eksekutif di Center for International Policy sekaligus mantan penasihat kebijakan luar negeri Bernie Sanders.
“Banyak pihak telah memperingatkan risiko ini, namun mereka tetap memegang keyakinan yang tidak berdasar bahwa kekuatan militer dapat memberikan hasil yang ajaib,” lanjutnya.
“Sekali lagi, asumsi mereka terbukti sepenuhnya keliru,” pungkasnya. []
Sumber: The Guardian.






