#Perang Iran vs AS-IsraelOPINI

Trump, NATO, dan Paradoks Selat Hormuz

Situasi di Teluk semakin runcing ketika Dubai—pusat keuangan Teluk—melaporkan penutupan sementara bandaranya akibat “insiden terkait drone” yang memicu kebakaran di tangki bahan bakar (Guardian, 16/3/2026). Meski tak ada korban jiwa, insiden ini menunjukkan bahwa perang telah merembet ke jantung ekonomi kawasan.

Sementara itu, Israel menyatakan fokus militernya tetap pada ribuan target potensial di Iran, dan Teheran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak terlibat lebih jauh.

Akhirnya, permintaan bantuan Trump kepada NATO di atas bisa kita baca dalam dua cara: sebagai pengakuan realistis atas keterbatasan Amerika, atau sebagai awal dari retraksi atau menyusutnya hegemoni AS dari Teluk Persia.

Apapun jawabannya, satu hal pasti bahwa Selat Hormuz tidak lagi menjadi urusan Amerika seorang diri. Harga minyak yang melonjak di atas $100 (sekitar Rp1.697.000) per barel adalah harga yang harus dibayar dunia untuk ketidakpastian yang sebab awalnya dilakukan oleh AS dan Israel.[]

Laman sebelumnya 1 2
BACA JUGA
Close
Back to top button