Ulama itu Pewaris Para Nabi
Umat Islam harus banyak berterima kasih kepada ulama: ustaz, kiai,buya dan apalagi sebutannya. Karena pak kiai atau ustaz inilah yang banyak membimbing umat dalam kehidupannya teruma dalam soal agama.
Kita bisa shalat karena diajari dan dibimbing ustaz. Kita bisa baca Al-Qur’an karena diajari pak kiai. Kita hajatan untuk baca doa minta bantuan pak ustaz. Kita kena musibah juga minta tolong ulama.Dan masih banyak lagi dalam perikehidupan kita yang harus melibatkan ‘ahlul ‘ilmi wa ahlul fiqhi’.
Siapakah Ulama Itu?
Ulama (علماء), kata jamak dari kata tunggal Alim (عالم). Secara literal berarti orang-orang yang berilmu luas dan mendalam. Kata ini disebut dalam Al-Quran:
انما يخشى الله من عباده العلماء
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28).
Tetapi Al-Qur’an menyebut banyak kata lain yang semakna atau memiliki konotasi yang sama dengan ulama. Antara lain: “ulul ilmi” (yang punya ilmu), “ulul albab” (yang mempunyai hati/pengetahuan inti/substantif), “ulil abshar” (yang punya pengetahun), “Ulin Nuha” (yang mempunyai akal yang sehat) dan ahl al-dzikri” (yang selalu mengingat Allah).
Pewaris Para Nabi
Yang namanya Ulama itu adalah pewaris para Nabi sebagaimana hadits Rasulullah Saw:
Diriwayatkan dari Abud-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وإن العلماء ورثة الأنبياء، وإن الأنبياء لم يورِّثوا دينارا ولا درهما، وإنما ورَّثوا العلم، فمن أخذه أخذ بحظ وافر.
“Sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para nabi. Dan para nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham. Akan tetapi, mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Daud).
Tentu karena pewaris nabi, ulama berperan untuk berdakwah dan menterjemahkan serta menjabarkan ilmu-ilmu syar’i yang diperolah dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.Yaitu ilmu aqidah Islam, syariat, akhlak dan lainnya. Bukan justru menjadi ‘rival’ atau pesaing Rasul. Kalau paham dan amaliyahnya menyelisihi Rasul itu bukan ulama pewaris para Nabi dan Rasul.
Artinya aktifitas dakwah seorang ulama, kiai atau ustaz tidak berseberangan dengan isi kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Kalau berseberangan dengan nabi, tentu bukan ulama pewaris nabi tapi ulama sesat jalan.






