NASIONAL

Ulama Salah Satu Unsur Pembentuk PETA

“PETA juga berperan penting di dalam perjuangan 1945 sampai 1949 dengan melahirkan doktrin perang gerilya. Di sini Panglima Soedirman dan para petinggi TNI lainnya saat itu sangat memahami bagaimana perang gerilya untuk menghadapi penjajah Belanda,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, PETA juga melahirkan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang terdiri dari seluruh potensi kemampuan dan kekuatan nasional yang bekerja secara total, integral, serta berlanjut untuk mewujudkan kemampuan dalam upaya pertahanan keamanan negara.

“Sishankamrata ini secara hukum tertuang dalam UUD 45, dan ini penting sekali Sishankamrata masih digunakan TNI. Sishankamrata ini akhirnya dijabarkan dalam UU, komponennya yaitu utama, cadangan, dan pendukung. Jadi sangat penting sekali memahami Sishankamrata ini mulai dari rohnya para pejuang PETA. Di sini ada 80.000 pasukan PETA saat itu yang berhasil membentuk 400.000 prajurit militer,” kata dia.

Saat ini, kata dia, semangat PETA pun harus memperkuat karakter generasi muda Indonesia. Sebab, pada 2035, Indonesia diproyeksikan mendapat bonus demografi. Angkatan kerja Indonesia yang banyak harus menjadi sumber kekuatan.

“Selain membangun intelektual dan pengetahuannya, maka pemuda ini harus diisi juga akhlak dan mentalnya, semangat juangnya dalam bela negara. Ini adalah juga media untuk mewariskan perjuangan 1945 dari PETA,” tutur doktor lulusan FISIP Universitas Indonesia itu.

sumber: ANTARA

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button