Universitas Tidak Boleh Jadi Rantai Pasok bagi AI
Fungsi Utama Universitas yang Ikut Tergerus
Dampak paling buruk dari fenomena ini adalah ikut tergerusnya fungsi dan marwah utama dari universitas itu sendiri. Universitas pada dasarnya tidak pernah dibangun sebagai sebuah lembaga yang mengejar efisiensi finansial semata.
Tujuan utama pendiriannya juga bukan sekadar memasok tenaga kerja murah yang hanya melayani kepentingan pasar. Universitas dibangun sebagai institusi pendidikan dan pembelajaran tinggi untuk menumbuhkan warga negara yang berpikir kritis serta berkomitmen membuat dunia menjadi lebih baik.
Fakta ini membawa kita kembali kepada fenomena para lulusan universitas di AS yang bersorak menolak narasi AI. Kemarahan mereka mungkin belum mewujud menjadi sebuah kritik akademik yang matang terhadap AI dan korporasi teknologi raksasa.
Namun, aksi protes tersebut berhasil menangkap sesuatu yang nyata tentang keresahan generasi muda saat ini. Mereka menolak sebuah sistem yang memperlakukan mereka bukan sebagai manusia yang perlu dididik, melainkan hanya sebagai pekerja yang harus disiapkan.
Dalam pandangan sistem tersebut, mahasiswa hanya dianggap sebagai data yang harus diproses dan konsumen yang harus dikelola. Dalam “era AI” ini, misi kemanusiaan universitas inilah yang menurut penulis harus dipertahankan secara konsisten oleh para pendidik, mahasiswa, dan masyarakat luas. []
*Somdeep Sen adalah penulis buku Decolonizing Palestine: Hamas between the Anticolonial and the Postcolonial. Ia merupakan Peneliti Asosiasi (Research Associate) di Pusat Kajian Asia di Afrika (Center for Asian Studies in Africa) di University of Pretoria.
Sumber: Al Jazeera






