NASIONAL

Ustaz Adian Husaini Ungkap Kiprah DDII di Indonesia dalam Bidang Dakwah dan Pendidikan

Jakarta (SI Online)– Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Dr. H. Adian Husaini mengungkapkan, saat ini organisasi dakwah dan pendidikan yang dipimpinnya itu telah ada di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan, ia juga menyebut bila terdapat sejumlah provinsi yang pengurusnya kembali menggeliat.

“Jika Pak Natsir hadir hari ini, insyaallah beliau akan bahagia,” ungkap Ustaz Adian, sapan akrabnya, saat menyampaikan paparan tentang perkembangan Dewan Dakwah dalam “Haflah dan Silaturahmi Idulfitri 1447 H” di Aula Lantai 2 Masjid Al Furqan, Gedung DDII,
Jl. Kramat Raya 45, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (18/04/2026).

Baca juga: DDII Gelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri, Ketua Pembina: Sarana Tazkiyatun Nufus

Ustaz Adian memaparkan, di usianya yang ke-59 Dewan Dakwah telah memiliki perwakilan di 32 provinsi dan lebih dari 200 daerah tingkat II di Indonesia. Ribuan dai Dewan Dakwah aktif berdakwah di seluruh pelosok Indonesia; baik di kota-kota maupun di daerah-daerah pedalaman. Mereka juga telah dihimpun dalam lembaga bernama PERSADA (Persatuan Dai Dewan Dakwah).

Dewan Dakwah, kata Ustaz Adian, kini setiap bulannya mengeluarkan dana sekitar Rp400 juta untuk mukafa’ah rutin sekitar 300 dai yang tersebar di pelosok Indonesia.

Baca juga: DDII Komitmen Bangun Indonesia Adil Makmur 2045

“Alhamdulillah kita bisa menaikkan mukafaah dai dari Rp500 ribu menjadi Rp550 ribu,” selorohnya disambut senyum hadirin.

Sementara ratusan dai Dewan Dakwah lainnya kegiatan dakwah mereka dibiayai oleh beberapa Dewan Dakwah daerah. “Setiap tahun, Dewan Dakwah mengirimkan ratusan dai ke seluruh pelosok Indonesia,” kata dia.

Lalu, saat ini ada sekitar seribu masjid yang telah didirikan Dewan Dakwah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini keluarga besar Dewan Dakwah mengelola ribuan pondok pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi.

Ustaz Adian menunjukkan data, Dewan Dakwah kini mengelola 108 lembaga pendidikan yang meliputi STID (empat kampus), Akademi Dakwah Indonesia (ADI) di 31 kota/kabupaten, 37 Pondok Pesantren dan Qur’anic School, 23 sekolah dan 13 Lembaga Tahfiz Aur’an atau Rumah Qur’an.

Kampus utama Dewan Dakwah, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, hingga 2026 ini telah meluluskan 1321 alumni. Mereka berkiprah dalam bidang dakwah di berbagai pelosok Nusantara. STID Mohammad Natsir saat ini juga mendidik dan memberi beasiswa kepada lebih dari 1300 mahasiswa tingkat S-1 dan mahasiswa ADI.

Mereka, kata Pembina Pondok Pesantren At-Taqwa, Cilodong, Depok itu, disiapkan menjadi dai-dai dan guru-guru ngaji yang siap diterjunkan ke masyarakat pelosok.

“Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongana guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya,” kata ustaz Adian membacakan sebuah kutipan yang dikutip oleh Allahyarham Mohammad Natsir.

Ustaz Adian juga mengungakkkan, sejak 2007, Dewan Dakwah juga menjalankan Program Kaderisasi Ulama (PKU) yang awalnya bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sampai tahun 2024, Program ini telah melahirkan 77 doktor dan 250 lebih master, dalam berbagai bidang keilmuan.

1 2Laman berikutnya
Back to top button