OASE

Visi ‘Shalih Mushlih’: Menghapus Dikotomi Agama dan Sains dalam Pendidikan

Lembaga pendidikan harus mampu menghilangkan dikotomi atau pemisahan antara ilmu agama dan ilmu dunia. Semua bidang kehidupan dapat menjadi ladang ibadah apabila dijalankan dengan niat, cara, dan tujuan yang benar.

Pada akhirnya, Allah Swt. menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk menguji bagaimana mereka beramal. Amanah besar ini menuntut setiap pendidik dan peserta didik agar tidak hanya mengejar prestasi pribadi.

Visi untuk melahirkan manusia shalih mushlih menjadi sangat relevan bagi kondisi Indonesia saat ini. Bangsa ini sedang membutuhkan generasi yang tidak sekadar unggul dalam bidang akademik.

Indonesia membutuhkan pemuda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, mampu menjaga nilai-nilai Islam, serta siap memperbaiki berbagai persoalan sosial. Pendidikan yang berhasil bukanlah yang sekadar menghasilkan lulusan berijazah tinggi.

Pendidikan yang sukses adalah yang mampu melahirkan pribadi-pribadi yang menghadirkan keberkahan di mana pun mereka berada. Ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat bersinergi menanamkan visi ini, insyaallah akan lahir generasi emas.

Mereka tidak hanya dikenal karena kecerdasannya yang tinggi. Generasi ini akan dicatat sejarah karena kemampuannya menjadi cahaya perbaikan bagi umat dan peradaban dunia.

Itulah hakikat tertinggi dari pendidikan Islam. Yaitu, membentuk manusia yang saleh dalam dirinya dan menjadi mushlih bagi dunia sekitarnya.[]

Tri Pujiati, S.I.Kom., Kontributor.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button