Warisan Literasi dan Teladan Berharga dari Seorang Bapak
Ayah Bapak (kakek) yang bernama Hasyim merupakan seorang kiai yang memimpin pesantren kecil di Madiun.
Sementara itu, Ibu saya, Tamlikah, dididik sejak kecil oleh orang tuanya dengan tradisi NU. Ibu memiliki karakter yang spontan dan akan langsung menegur jika tidak menyukai sesuatu.
Ibu memiliki daya ingat yang sangat kuat serta kemampuan berhitung yang hebat. Beliau menghafal hampir semua tanggal lahir anak dan cucunya yang berjumlah 16 orang, serta selalu tepat saat berhitung. Alhamdulillah, hingga kini Ibu masih menghafal surat Yasin.
Saat ini Ibu berumur sekitar 78 tahun. Ibu kini hanya bisa berbaring di tempat tidur setelah mengalami kecelakaan akibat terjatuh usai salat subuh di rumah.
Ibu adalah perempuan yang mandiri. Ketika kulakan kain, beliau selalu pergi sendiri atau kadang bersama teman-teman sesama penjual kain ke Solo. Jarak antara Padangan dan Solo sekitar 124 kilometer dari rumah kami.
Suatu hari ketika masih kecil, saya pernah diajak Ibu pergi kulakan kain ke Pasar Klewer, Solo, dengan naik bus. Untuk menuju ke sana, kami harus menuju ke Terminal Ngawi terlebih dahulu sebelum berganti bus jurusan Ngawi–Solo.
Saat pulang, Ibu memilih naik truk ketimbang bus. Beliau mencegat truk di jalan, kemudian menaikkan dua karung barang dagangannya ke bak belakang meskipun tidak mengenal sopirnya.
Ibu berpesan kepada saya, “Jangan bilang ke Bapak, ya.” Keberanian Ibu memang luar biasa.
Di rumah, Bapak dan Ibu terkadang terlibat pertengkaran. Namun, bila perdebatan mulai memanas, Bapak memilih untuk diam.
Bapak tidak ingin keutuhan rumah tangganya hancur hanya karena sebuah perdebatan.
Bapak juga mengajar seni lukis di sekolah karena beliau memang ahli melukis dan membuat patung. Bapak pernah membuat patung kodok, tanaman, hingga pahatan berbentuk gadis Bali di depan rumah.
Namun, beberapa minggu kemudian, pahatan gadis Bali tersebut digantinya dengan pahatan berbentuk tanaman.
Bapak adalah sosok yang multitalenta. Selain melukis, beliau juga ahli dalam bertukang, fotografi, serta memiliki tulisan tangan yang sangat indah.






