NUIM HIDAYAT

Warisan Literasi dan Teladan Berharga dari Seorang Bapak

Bapak juga pernah memarahi saya gara-gara nilai akademik saya anjlok di IPB. Beliau sangat khawatir saya akan dikeluarkan atau drop out (DO) dari kampus.

Bapak menasihati bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menguliahkan saya di IPB sangat besar, sehingga saya jangan sampai terkena DO.

Nilai saya anjlok karena saat itu saya sudah tidak tertarik lagi dengan perkuliahan di IPB. Menurut saya, mengikuti pengajian bersama ustaz-ustaz lulusan Timur Tengah jauh lebih menarik daripada kuliah.

Akibatnya, saya sering tidak hadir di kelas dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas keislaman di luar kampus. Saya menempuh kuliah di IPB selama lebih dari enam tahun dan harus mengulang banyak mata kuliah.

Bahkan, saya pernah dimarahi oleh seorang dosen perempuan di IPB yang berkata, “Saya tidak mau melihat mahasiswa IPB menjadi mahasiswa sampah.”

Gara-gara nilai yang anjlok tersebut, ketika sudah bekerja sebagai wartawan, saya berniat memperbaiki rekam jejak akademik saya dengan menempuh kuliah S-2 di UI. Saya mengambil jurusan Kajian Timur Tengah dan Islam, dan alhamdulillah berhasil lulus dengan nilai yang memuaskan.

Ketika saya masih menjadi mahasiswa IPB (1987–1994), Bapak pernah mengirimkan selembar surat kepada saya. Dalam surat tersebut, Bapak menyemangati saya agar terus tekun kuliah dan menuntut ilmu.

Surat yang ditulis tangan itu diakhiri dengan sebuah nasihat mendalam:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),”

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

“dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Asy-Syarh: 7-8).

Bagi saya, Bapak dan Ibu telah mewariskan sesuatu yang sangat berharga bagi anak-anaknya, yaitu warisan ilmu. Warisan tersebut mencakup ilmu-ilmu keislaman sekaligus ilmu keduniaan.

Kini, kakak saya berprofesi sebagai dosen dan penulis. Dua adik saya juga menjadi guru, kepala sekolah, serta dosen sekaligus penulis, sementara saya sendiri menjadi guru dan penulis.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
Back to top button