Zionis Israel Bunuh Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar
Dunia olahraga Palestina secara sistematis telah dihancurkan oleh perang Israel, mulai dari penangkapan pemain hingga penghancuran total stadion dan fasilitas latihan.
Kematian Al-Ashqar memicu gelombang penghormatan dan kecaman luas dari komunitas internasional. Klub sepak bola Cile, Deportivo Palestino, yang didirikan oleh imigran Palestina pada dekade 1920-an, menyampaikan pernyataan duka cita mendalam pada Rabu.
“Kami sangat berduka atas kematian tragis penjaga gawang Palestina berusia 32 tahun, Saleem Al-Ashqar. Kami sangat sedih dengan berlanjutnya peristiwa semacam ini dan kami menyerukan keadilan serta perdamaian,” ungkap pihak klub.
Di sisi lain, di tengah momentum Piala Dunia, para penggemar sepak bola dari Aljazair hingga Bosnia memastikan agar penderitaan rakyat Palestina tetap mendapat perhatian dunia. Bendera dan yel-yel kehormatan untuk warga Gaza bergema lantang di Kansas City saat Aljazair menghadapi Argentina.
Suporter Yordania juga memberikan penghormatan serupa bagi saudara-saudara Palestina mereka menjelang pertandingan melawan Argentina di Arlington, Texas. Banyak di antara penonton di dalam stadion mengenakan keffiyeh bermotif hitam-putih, yang menjadi simbol kuat dari akar perjuangan Palestina.[]
Sumber: Anadolu Agency, The New Arab, Saudi Gazette.






