‘Anak Polah, Bapa Kepradah’: Menggali Makna dan Implementasinya
“Anak polah, bapa kepradah” adalah sebuah pepatah Jawa yang memiliki makna mendalam tentang hubungan antara orang tua dan anak. Pepatah ini menggambarkan bagaimana perilaku anak yang baik atau buruk dapat mempengaruhi orang tua mereka.
“Anak polah” berarti anak berbuat sesuatu, sedangkan “bapa kepradah” berarti orang tua yang menanggung akibatnya. Dalam konteks ini, pepatah ini mengajarkan bahwa anak-anak memiliki peran penting dalam membentuk reputasi dan citra keluarga.
Implementasinya
Di sinilah pentingnya peran dan tanggung jawab orang tua terhadap anak:
Pertama, Pendidikan Karakter. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak mereka. Dengan memberikan contoh yang baik dan pendidikan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia.
Kedua, Tanggung Jawab Bersama. Pepatah ini mengajarkan bahwa tanggung jawab tidak hanya terletak pada satu pihak saja. Orang tua dan anak-anak memiliki tanggung jawab bersama dalam membentuk citra keluarga.
Ketiga, Komunikasi yang Baik. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak-anak sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan mencegah terjadinya kesalahpahaman.
Dengan demikian, “Anak polah, bapa kepradah” adalah sebuah pepatah yang mengajarkan kita tentang pentingnya tanggung jawab bersama dalam membentuk citra keluarga.
Dengan memahami makna dan implementasinya, kita dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan membentuk generasi yang lebih baik.[]
Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.






