SEHAT

Waspada! Sembarang Minum Suplemen Bisa Jadi Racun bagi Tubuh

Jakarta (SI Online) – Sebuah studi dari Herbalife menyoroti masih rendahnya pemahaman konsumen mengenai interaksi antara suplemen dan obat-obatan, seperti penggunaan bunga St. John’s Wort yang berisiko menurunkan efektivitas obat warfarin serta beberapa jenis statin.

Director, Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife, Dr. Alex Teo, dalam keterangannya pada Rabu (29/04) menyatakan, konsumsi suplemen yang bertanggung jawab harus didasari oleh pemahaman mendalam terkait komposisi bahan, kualitas produk, dosis, batas konsumsi, serta potensi interaksinya dengan zat lain.

“Keputusan untuk mengonsumsi suplemen secara bertanggung jawab berarti memiliki pemahaman menyeluruh mengenai komposisi bahan produk, kualitas, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen atau obat lain,” ujar Teo.

Berdasarkan survei terhadap 9.000 konsumen di 11 pasar pada Mei 2025, tercatat sebanyak 88 persen konsumen di Indonesia rutin mengonsumsi suplemen, namun hanya 69 persen yang merasa yakin telah mengambil keputusan secara bertanggung jawab dalam memilih produk tersebut.

Herbalife juga mencatat bahwa layanan kesehatan preventif menjadi perhatian utama di kawasan Asia Pasifik (APAC), dengan 92 persen responden di wilayah tersebut maupun di Indonesia menyatakan bahwa hal itu berperan besar bagi kesejahteraan mereka.

Selain masalah interaksi obat, studi tersebut mengungkapkan minimnya pengetahuan konsumen mengenai batas maksimum konsumsi, seperti bahaya kelebihan kalsium yang dapat memicu hiperkalsemia, pelemahan tulang, hingga pembentukan batu ginjal.

Hasil survei menunjukkan bahwa 62 persen responden di Indonesia tidak mengetahui ambang batas harian konsumsi kalsium, sementara 73 persen lainnya tidak memahami dampak negatif dari konsumsi kalsium yang berlebihan.

Teo menegaskan bahwa konsumsi suplemen yang bijak merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan konsumen, tenaga kesehatan, dan pihak penyedia suplemen.

“Konsumen diharapkan membaca label dengan cermat, melakukan riset mandiri, serta mencari panduan dari sumber-sumber yang kredibel,” tambahnya.

Beliau juga menekankan bahwa tenaga kesehatan perlu memberikan rekomendasi berbasis ilmiah, sedangkan penyedia suplemen wajib memastikan transparansi komunikasi, kejelasan pelabelan, serta pengendalian kualitas produk yang ketat demi menjamin keamanan.

Teo berharap edukasi terkait suplemen terus ditingkatkan agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan menjadikan suplementasi yang bertanggung jawab sebagai bagian integral dari gaya hidup sehat.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeswiralagamulya.org

“Upaya peningkatan edukasi ini akan membuka jalan bagi penerapan suplementasi yang bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat di seluruh kawasan,” tutup Teo.[]

Back to top button