Meneladani Kemuliaan: Refleksi dari ‘Maqalah’ Ulama
Oleh: Ahmad Dhiyaul Lamik, Mahasantri Ma’had Aly Darussalam Semester 4.
Ungkapan bijak yang berbunyi, “تشبهوا إن لم يكونوا مثلهم، فإن التشبه بالكرامة فلاح” mengandung pesan mendalam tentang pentingnya meneladani orang-orang mulia.
Secara sederhana, maknanya adalah: “Berusahalah menyerupai mereka (orang-orang mulia), meskipun belum bisa seperti mereka, karena meniru kemuliaan adalah sebuah keberuntungan.” Ungkapan ini mengajarkan bahwa proses menuju kebaikan tidak harus dimulai dari kesempurnaan, melainkan dari upaya meneladani.
Dalam perspektif kehidupan modern, pesan ini tetap relevan bagi siapa saja. Manusia sering kali merasa kecil ketika membandingkan dirinya dengan tokoh-tokoh besar, ulama, atau orang-orang saleh.
Akibatnya, muncul rasa minder dan enggan untuk mencoba mengikuti jejak mereka. Padahal, ungkapan ini justru menegaskan bahwa kesamaan total bukanlah syarat utama.
Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk meniru nilai-nilai luhur yang mereka miliki. Menurut kaidah bahasa Indonesia, kata “meneladani” berarti mencontoh atau mengikuti perbuatan yang baik.
Dalam konteks ini, meneladani tidak hanya terbatas pada aspek lahiriah. Hal tersebut juga mencakup sikap batin, seperti keikhlasan, kesabaran, dan integritas.
Dengan demikian, meneladani kemuliaan adalah proses menyeluruh yang melibatkan pikiran, hati, dan tindakan. Lebih lanjut, ungkapan tersebut mengandung nilai optimisme bagi setiap jiwa.
Seseorang tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk memulai kebaikan. Justru dengan meniru kebiasaan baik, seseorang sedang menapaki jalan menuju kesempurnaan itu sendiri.
Misalnya, seseorang yang belum sepenuhnya ikhlas dalam beramal tetap dianjurkan untuk terus beramal. Dengan konsistensi, keikhlasan itu akan tumbuh secara perlahan seiring berjalannya waktu.
Dalam dunia pendidikan, konsep ini sangat penting untuk diterapkan. Seorang pelajar tidak harus langsung menjadi cerdas seperti gurunya, tetapi ia perlu meniru semangat belajar.
Kedisiplinan dan rasa ingin tahu yang dimiliki oleh sang guru adalah hal utama yang harus dicontoh. Begitu pula dalam kehidupan sosial, seseorang dapat meniru sikap santun dan kejujuran.






