#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Pemukim Israel Kembali Serang Warga Palestina di Tepi Barat, Puluhan Pohon Zaitun Dicabut

TEPI BARAT (Suaraislam.id) – Pemukim Israel kembali melancarkan serangan terhadap warga Palestina di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki. Serangan tersebut menyebabkan korban luka serta kerusakan pada rumah, kendaraan, dan lahan pertanian.

Di samping serangan dari para pemukim, militer Israel juga menangkap 11 warga Palestina dalam operasi terpisah. Menurut kantor berita Palestina, WAFA, empat warga Palestina terluka akibat serangan pemukim Israel bersenjata di Kota Yatta, wilayah selatan Tepi Barat.

Aktivis Palestina, Osama Mehamira, mengatakan bahwa para pemukim menyerang rumah dan lahan milik warga Palestina di kawasan Wadi al-Rahim dan Khillet al-Hums. Empat warga yang mengalami luka ringan dalam serangan tersebut segera dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Yatta untuk mendapatkan perawatan.

Osama Mehamira menambahkan bahwa para penyerang mencabut sekitar 40 pohon milik seorang warga bernama Jibril Rumi. Sebagian besar tanaman yang dirusak oleh kelompok pemukim tersebut merupakan pohon zaitun.

Tidak hanya merusak lahan pertanian, mereka juga menutup jalan yang menghubungkan kawasan Wadi al-Rahim dan Khillet al-Hums. Sementara itu, di Kota Nablus yang terletak di wilayah utara Tepi Barat, pemukim Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina di Kota Burin.

Kepala Dewan Desa Burin, Ibrahim Imran, menjelaskan bahwa para pemukim menyerang rumah Hisham Zaben pada malam hari. Dalam aksi tersebut, para penyerang merusak dua kendaraan yang sedang diparkir di halaman rumah korban.

Menurut Ibrahim Imran, para pemukim juga menyemprotkan gas merica ke arah Ayman Atallah Sufan dan anak-anaknya pada pagi hari. Penyemprotan zat kimia berbahaya itu terjadi saat para korban baru saja keluar dari rumah mereka.

Korban penyerangan tersebut kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Kota Huwwara untuk mendapatkan pertolongan medis. Insiden seperti ini menambah panjang daftar kekerasan di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Sejak Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, intensitas penangkapan, penggerebekan, dan serangan terus meningkat. Eskalasi kekerasan ini menyasar warga Palestina yang berada di Tepi Barat yang diduduki serta Yerusalem Timur.

Dalam perkembangan terpisah, militer Israel menangkap 11 warga Palestina, termasuk seorang perempuan. Penangkapan tersebut dilakukan melalui serangkaian penggerebekan di berbagai titik di wilayah Tepi Barat.

Menurut pernyataan Kantor Media Tahanan Palestina, pasukan Israel menggelar sejumlah operasi penggerebekan di berbagai kota. Pasukan Israel secara paksa memasuki rumah-rumah warga Palestina dan merusak berbagai barang dengan dalih melakukan penggeledahan.

Pernyataan lembaga tersebut menyebutkan bahwa Israel terus melanjutkan kebijakan tekanan dan intimidasi terhadap masyarakat Palestina. Penangkapan itu dilakukan secara masif, terutama dengan menargetkan kelompok perempuan, pemuda, serta kalangan akademisi.

Sejak Oktober 2023, militer Israel dan para pemukim dilaporkan secara rutin melakukan penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat. Serangkaian aksi sepihak tersebut terus mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.

Selain jatuhnya korban manusia, rentetan serangan itu juga berdampak buruk pada sektor perekonomian warga. Penggerebekan rutin tersebut menimbulkan penangkapan massal, perusakan properti, serta kerusakan parah pada lahan pertanian dan hewan ternak milik warga Palestina.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button