Tak Hanya Sabar, Ini Tiga Kunci Hadapi Ujian Hidup Sesuai Tuntunan Syariat
DEPOK (Suaraislam.id) — Setidaknya ada tiga sikap yang harus dilakukan oleh seorang Muslim agar bisa istiqamah tetap berada di jalan syariat. Sikap-sikap tersebut sangat krusial dipraktikkan ketika Allah Swt. menguji hamba-Nya dengan menimpakan berbagai macam musibah.
Hal tersebut diungkapkan oleh aktivis dakwah, Ustazah Mega Marlina, dalam Kajian Muslimah Shalihah Rutin bertema “Menyikapi Musibah” di Depok, beberapa waktu lalu. Di hadapan puluhan jemaah yang hadir, ia memerinci ketiga sikap utama yang dimaksud.
Sikap pertama adalah sabar karena ada pahala besar di dalamnya. “Kabar gembira untuk orang yang sabar, yakni dicukupkan pahala bagi mereka tanpa batas,” ujarnya.
Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah az-Zumar ayat 10. Ayat tersebut memiliki arti, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
Ustadzah Mega Marlina kemudian mengutip penjelasan mengenai keutamaan sabar menurut Al-Auza’i. Tokoh tersebut menyatakan, “Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.”
Begitu pula dengan As-Sudi yang mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.” Keterangan tersebut tercantum dalam kitab tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir (12/117, Muassasah Qurthubah).
Bahkan, sabar juga memiliki beberapa jenis tingkatan. Hal ini senada dengan perkataan Ali bin Abi Thalib ra. yang menyatakan, “Sabar itu ada tiga, yaitu sabar dalam musibah, sabar dalam taat, dan sabar dalam menjauhi maksiat.”
Adapun perihal pahala dari sifat sabar, hal tersebut telah disebutkan pula di dalam sebuah hadis nabi. Hadis riwayat Abu Dunya dan Abu Syaikh dalam kitab Al-Firdaus bi Ma’tsuur al-Khittab memberikan penjelasan yang sangat mendalam.
Di dalam kitab tersebut dinyatakan, “Barang siapa bersabar dalam musibah sehingga dikembalikannya dalam keadaan baik atas apa yang menimpa dirinya (ia rida atas bala yang diberikan-Nya), maka Allah akan menulis baginya 300 derajat yang tiap-tiap derajat jaraknya antara langit dengan bumi. Dan barang siapa bersabar dalam melaksanakan taat, maka Allah akan menuliskannya 600 derajat, tiap dua derajat jaraknya antara langit dunia dengan Sidratul Muntaha. Dan barang siapa yang bersabar dalam menjauhi maksiat, maka Allah tulis baginya 900 derajat yang jarak dua derajatnya seperti Arasy dua kali.”
Sikap kedua adalah syukur karena dicinta, diangkat derajat, serta dihapus segala dosa. ”Bersyukur dengan ujian, maka kelak ia akan dibangkitkan dari kuburnya dan terbebas dari dosa seperti hari dia dilahirkan,” tegasnya.
Hal tersebut sebagaimana firman Allah ‘azza wajalla dalam sebuah hadis qudsi. Allah berfirman, “Jika Aku telah menguji salah seorang hamba yang mukmin, lantas dia memuji-Ku atas ujian tersebut, maka kelak dia akan bangkit dari kuburnya terbebas dari dosa seperti hari dia dilahirkan” (HR Ahmad).
Bahkan, dalam hadis riwayat lainnya juga disebutkan keutamaan orang yang senang bersyukur. Rasulullah saw. bersabda, “Yang pertama kali diseru untuk masuk surga (pada hari kiamat) yaitu orang-orang yang selalu memuji Allah dikala senang maupun susah” (HR Hakim).






