Zionis Israel Bunuh Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar
Gaza (Suaraislam.id) — Dunia olahraga Palestina kembali diselimuti duka mendalam setelah penjajah Israel membunuh seorang pesepak bola di Jalur Gaza pada Rabu (1/7/2026).
Saleem Al-Ashqar (32 tahun), penjaga gawang klub Khadamat Khan Younis, gugur setelah ditembak oleh pasukan penjajah Israel.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengonfirmasi bahwa Al-Ashqar ditembak di Kota Al-Qarara, sebelah timur laut Khan Younis, bagian selatan Gaza.
Tragedi memilukan ini menambah panjang daftar hitam serangan sistematis Israel terhadap komunitas olahraga di wilayah terkepung tersebut.
Reporter Sofia Aboudari melaporkan, Al-Ashqar sedang mengendarai sepedanya untuk mengisi ulang tabung gas keperluan rumah tangga saat wilayah tersebut dihujani tembakan. Sebuah peluru nyasar dari tank Israel yang bersiaga di dekat lokasi bersarang di perutnya.
Al-Ashqar segera dilarikan ke rumah sakit, namun pemeriksaan medis menunjukkan terjadinya pendarahan internal yang sangat parah. Peluru tersebut merusak organ-organ vitalnya termasuk lambung, usus, hati, dan pankreas.
“Meskipun upaya medis telah dilakukan, kemampuan rumah sakit yang sangat terbatas membuat pendarahan internal tidak dapat dikendalikan,” ujar juru bicara PFA, Dima Youssef, seperti dilansir The New Arab.
Keterbatasan ini diperparah oleh runtuhnya sektor kesehatan Gaza akibat perang pemusnahan massal, serta kelangkaan peralatan, listrik, dan staf medis.
Mengingat parahnya luka yang diderita, Al-Ashqar mengembuskan napas terakhirnya sekitar dua jam setelah tiba di rumah sakit.
Sepanjang karier atletisnya, Al-Ashqar tercatat pernah membela klub Khadamat Khan Younis, Al-Aqsa, dan Al-Masdar di Jalur Gaza. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seorang istri yang baru dinikahinya lima bulan lalu dan kini sedang mengandung anak pertama mereka.
Sebagai anak laki-laki satu-satunya di dalam keluarga, Al-Ashqar juga meninggalkan tujuh orang saudara perempuan.
Solidaritas Global
Gugurnya Al-Ashqar menggenapkan jumlah tokoh olahraga Palestina yang tewas menjadi 1.009 orang sejak awal perang pada Oktober 2023, termasuk di antaranya 567 pesepak bola.
Salah satu kasus paling menonjol sebelumnya adalah penembakan bintang sepak bola Suleiman al-Obeid saat berusaha mengumpulkan bantuan kemanusiaan pada Agustus tahun lalu.






