NUIM HIDAYAT

Ketika Wali Kota Tidak Bangga dengan Keislamannya

Kebijakan Wali Kota Depok yang membatalkan pembangunan Masjid Agung Depok, lalu malah membangun “Depok Heritage” peninggalan Belanda, dan mengarungi kain pada pohon-pohon di sekitar Jalan Margonda dan Juanda menunjukkan bahwa Wali Kota tidak bangga dengan keislamannya.

Seorang pejabat Muslim yang baik tidak mungkin membatalkan pembangunan masjid. Tidak mungkin membesarkan dan “menganakemaskan peninggalan Kristen Belanda”, serta tidak mungkin membawa budaya Hindu Bali ke daerahnya.

Namun, begitulah ketika Islam “hanya simbol KTP” dan tidak menjadi pedoman hidup; Islam tidak dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Terlihat Wali Kota Depok juga menganggap “semua agama sama” dengan sering mengadakan doa lintas agama. Di Depok yang 93 persen masyarakatnya adalah Muslim, harusnya yang memimpin doa hanya tokoh Islam.

Itulah tragedi banyak pemimpin bangsa ini. Islam tidak dijadikan pedoman dalam pengambilan kebijakan. Mereka menyangka Islam hanya “salat, zakat, puasa, dan pergi haji” saja. Mereka tidak memahami bahwa Islam adalah pedoman hidup bagi seluruh kehidupan umat Islam.

Islam adalah jalan hidup. Islam adalah panduan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Islam melarang seseorang hanya mengambil sebagian ajaran Islam dan mengabaikan ajaran Islam yang lain. Misalnya, mengaku Muslim tetapi berzina, ikut beribadah di gereja dan pura, atau membantu penyebaran ajaran agama lain. Al-Qur’an menyatakan:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 85)

Seorang Muslim bila ingin bahagia dunia dan akhirat harus mengambil semua ajaran Islam. Allah Swt. mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kāffah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 208)

Seorang pejabat Muslim harus berani mengungkapkan bahwa ia Muslim sejati, bukan Muslim KTP atau Muslim keturunan semata—Muslim yang sekadar karena orang tuanya Muslim, tetapi tidak pernah mempelajari Al-Qur’an yang penuh mukjizat, keindahan sastra, maupun keindahan makna.

Al-Qur’an menyatakan:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim’?” (QS. Fussilat [41]: 33)

Kebijakan Wali Kota Depok yang membuat “museum” peninggalan Kristen Belanda dan membawa budaya Hindu Bali ke Depok patut dipertanyakan. Ini menunjukkan bahwa Wali Kota tidak paham bahwa Islam adalah satu-satunya agama wahyu, sedangkan agama lain adalah agama tradisi dan kitab sucinya sudah tidak suci lagi. Islam adalah satu-satunya agama yang benar.

Mengapa peninggalan Belanda dibesar-besarkan? Jelas bahwa Belanda adalah penjajah yang membawa misi Kristen ke Indonesia. Jika Belanda baik, tidak mungkin mereka menjadi penjajah, membunuh banyak umat Islam Indonesia, dan mengeruk kekayaan alam Indonesia.

Begitu pula dengan pengampanyean “ajaran Hindu Bali”. Kita tahu bahwa Bali merupakan salah satu pusat kemaksiatan; di sana banyak pelacuran, narkoba, perzinahan, LGBT, kriminalitas, dan lain-lain. Bali bukanlah contoh daerah yang baik bagi seorang Muslim. Pariwisata bagi Muslim tidak boleh dicampurkan dengan kemaksiatan yang dapat merusak moral kehidupan masyarakat sekitar.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button