Ketika Wali Kota Tidak Bangga dengan Keislamannya
Sebagai seorang Muslim yang memimpin wilayah berpenduduk 93 persen Muslim, seharusnya Wali Kota menghiasi Depok dengan budaya-budaya Islam, seperti memperbanyak tulisan kaligrafi Al-Qur’an di berbagai tempat umum di Depok, seperti terminal, alun-alun, jalan raya, sekolah, kampus, masjid, dan fasilitas publik lainnya.
Kaligrafi Al-Qur’an adalah seni tertinggi bagi manusia. Ketika kita memandang kaligrafi dan memahami artinya, kita mendapatkan makna yang agung dan indah yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kaligrafi Al-Qur’an jauh lebih hebat daripada patung atau pohon yang dibungkus kain. Tidak ada keindahan pada patung kecuali jika ditambahi dengan cerita-cerita, begitu pula tidak ada keindahan pada pohon yang dibungkus kain kecuali dibumbui kisah-kisah tertentu.
Sementara itu, kaligrafi Al-Qur’an penuh dengan makna yang berguna bagi kehidupan manusia. Kaligrafi menyentuh akal dan jiwa. Kaligrafi adalah seni tertinggi dan terbaik bagi manusia.
Hal yang paling menyedihkan adalah kebijakan Wali Kota yang membatalkan pembangunan Masjid Margonda. Padahal pada tahun 2024 telah terjadi kesepakatan antara Wali Kota sebelumnya dan DPRD dengan anggaran sebesar Rp20 miliar. Herannya, Wali Kota Supian Suri berani membatalkannya pada tahun 2025 dan mengganti pembangunan Masjid Margonda tersebut dengan “Rumah Kreatif Anak Istimewa”.
Bagi seorang Muslim, masjid adalah pusat aktivitas. Masjid adalah tempat suci dan tempat terbaik bagi manusia untuk menata hidupnya, beribadah, serta mengadu kepada Tuhannya. Masjid juga merupakan tempat ternyaman bagi Muslim untuk beristirahat dari kebisingan dunia. Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw. berhijrah ke Madinah guna menghindari ancaman pembunuhan dari kaum kafir, bangunan yang pertama kali didirikan adalah masjid.
Al-Qur’an menyatakan:
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9]: 18)
Rasulullah saw. bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitab Allah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena umat Islam menganggap Al-Qur’an sebagai satu-satunya kitab suci yang autentik, kaum kafir—khususnya Nasrani dan Yahudi—sangat benci kepada Islam dan Al-Qur’an. Lihatlah di Amerika Serikat yang mayoritas penduduknya Nasrani; ketika seorang Muslim menjadi anggota Senat atau Kongres, banyak yang menyebutnya sebagai teroris.
Apalagi kaum Yahudi Israel; negara drakula ini hampir setiap hari membunuh orang-orang Islam di Palestina, khususnya di Gaza. Jumlah korban telah mencapai lebih dari 73 ribu orang. Kaum Yahudi Israel menganggap Muslim setengah manusia, sehingga merasa boleh membunuh, menyiksa, membiarkan kelaparan, dan membuat mereka menderita. Begitulah penderitaan yang dialami kaum Muslim.
Begitu pula ulah kaum Hindu radikal yang kini memerintah di India. Mereka banyak membuat umat Islam menderita; banyak kaum Muslim yang dibunuh dan beberapa kampus Islam dilarang berdiri.
Meski dizalimi di banyak negara, kaum Muslim tetap bertahan. Di Amerika dan Eropa, saat ini justru banyak orang yang masuk Islam karena melihat penindasan dan kebrutalan yang dilakukan Yahudi Israel dan Amerika terhadap umat Islam di Gaza, Palestina.






