Ketika Wali Kota Tidak Bangga dengan Keislamannya
Meski ditindas di berbagai negara, umat Islam tidak gentar. Bagi Muslim, Islam adalah satu-satunya agama yang benar, dan Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang autentik serta penuh dengan mukjizat.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
“Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada meeka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 19)
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 85)
Para nabi semuanya adalah Muslim. Renungkanlah ayat-ayat berikut:
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus dan seorang Muslim.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 67)
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu (Muslim), dan dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 128)
وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Ibrahim mewasiatkan kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub: ‘Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.’” (QS. Al-Baqarah [2]: 132)
وَقَالَ مُوسَىٰ يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ
“Musa berkata, ‘Wahai kaumku! Jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang-orang Muslim.’” (QS. Yunus [10]: 84)
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami sebagai orang-orang Muslim.” (QS. Al-A’raf [7]: 126)
نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
“Kami adalah penolong-penolong Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 52)
Rasulullah saw. bersabda:
الأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ
“Para nabi adalah saudara seayah (saudara dari ayah yang sama), ibu mereka berbeda-beda, dan agama mereka satu.” (HR. Bukhari dan Muslim)






