KULINER

Benarkah Makanan Pedas Mampu Membakar Kalori Tubuh?

Jakarta (Suaraislam.id) – Makanan pedas menjadi bagian erat dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Mulai dari sambal, seblak, ayam geprek, hingga masakan berbumbu cabai, sensasi pedas membuat makanan terasa lebih nikmat.

Di balik sensasi panas tersebut, muncul anggapan bahwa makanan pedas dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori. Anggapan ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi efeknya tidak sebesar yang sering dibayangkan.

Capsaicin merupakan salah satu senyawa pemicu rasa pedas dalam cabai yang paling banyak diteliti. Penelitian menemukan bahwa capsaicin dapat memengaruhi pengeluaran energi dan oksidasi lemak, tetapi efeknya kecil sehingga tidak bisa diandalkan untuk mengendalikan berat badan.

Peningkatan Pembakaran Energi

Saat mengonsumsi capsaicin, tubuh mengalami peningkatan thermogenesis atau proses produksi panas. Proses ini membutuhkan energi sehingga secara teori dapat membuat tubuh menggunakan lebih banyak kalori.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2021 menemukan bahwa capsaicinoid dan capsinoid dapat meningkatkan resting metabolic rate. Penelitian tersebut memperkirakan peningkatannya sekitar 34 kilokalori per hari dibandingkan plasebo.

Penelitian lain juga menemukan adanya peningkatan pengeluaran energi setelah konsumsi capsaicin. Namun, para peneliti menekankan bahwa besarnya efek tersebut relatif kecil.

Artinya, makanan pedas memang membuat tubuh menggunakan sedikit lebih banyak energi. Meski demikian, sepiring makanan pedas tidak otomatis membakar banyak kalori.

Pengaruh terhadap Nafsu Makan

Selain thermogenesis, capsaicin diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap nafsu makan.

Meta-analisis terhadap sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi capsaicinoid sebelum makan berhubungan dengan penurunan asupan energi. Rata-rata penurunannya sekitar 74 kilokalori, meskipun variasi hasilnya tinggi sehingga perlu ditafsirkan secara hati-hati.

Manfaat makanan pedas dalam pengelolaan berat badan tidak hanya berasal dari penggunaan energi. Pada sebagian orang, rasa pedas juga dapat memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi.

Mitos Makin Pedas Makin Banyak Kalori Terbakar

Menambahkan lebih banyak cabai tidak otomatis meningkatkan pembakaran kalori secara signifikan. Efek capsaicin sangat bergantung pada jumlah konsumsi, bentuk makanan, dan kondisi tubuh masing-masing orang.

Penelitian tahun 2026 menunjukkan bahwa efek capsaicin terhadap pengeluaran energi jangka panjang masih relatif kecil. Penelitian tersebut menemukan bukti yang lebih konsisten terkait peningkatan oksidasi lemak dibandingkan pengeluaran energi total.

Oleh karena itu, makanan pedas sebaiknya tidak dianggap sebagai sarana ajaib untuk membakar lemak.

1 2Laman berikutnya
Back to top button