INTERNASIONAL

Ada Israel, Lembaga Penyiaran Publik Spanyol Rencana Lanjutkan Boikot Eurovision

Presiden RTVE mengatakan partisipasi Israel yang berkelanjutan tetap 'sangat menyakitkan,' dan berencana untuk mengupayakan perpanjangan penangguhan.

JENEWA (Suaraislam.id)Lembaga penyiaran publik Spanyol, RTVE, berencana untuk melanjutkan boikotnya terhadap Kontes Lagu Eurovision pada 2027 atas partisipasi berkelanjutan Israel.

Presiden RTVE, Jose Pablo Lopez, pada Selasa (22/09) menyatakan, ia akan mengusulkan agar negaranya tetap tidak berpartisipasi dalam kontes tersebut. Ia menyampaikan pernyataan ini dalam komite pengawasan parlemen lembaga penyiaran itu.

Lopez mengatakan RTVE telah menghabiskan satu tahun terakhir untuk mendorong perubahan di dalam European Broadcasting Union (EBU) bersama lembaga penyiaran publik Eropa besar lainnya. Dorongan ini mencakup aturan tata kelola yang lebih ketat, hukuman untuk instrumentalisasi politik, dan aturan yang lebih disiplin tentang netralitas dalam sponsor maupun kontes itu sendiri.

Baca juga: Spanyol Boikot Eurovision, PM Sanchez: Diam Melawan Genosida Adalah Haram

Meskipun mengakui adanya kemajuan, ia menyebut RTVE belum mencapai semua tujuannya. Ia juga menegaskan bahwa partisipasi lanjutan lembaga penyiaran publik Israel merupakan hal yang “sangat menyakitkan”.

Lopez mengatakan tidak bisa ada “penilaian yang berpuas diri” terhadap situasi tersebut. Ia berargumen bahwa meskipun ada kemajuan teknis, tetap terdapat “tugas yang belum selesai secara nyata di bidang etika.”

Oleh karena itu, ia menyatakan akan meminta dewan RTVE untuk mempertahankan penangguhan partisipasi Spanyol dalam kontes tahun 2027.

Lopez merujuk pada aturan baru Eurovision yang diumumkan pada awal Agustus lalu. Aturan ini menegaskan bahwa negara-negara yang terkena dampak perang atau ketidakstabilan geopolitik yang serius tidak akan lagi dapat menjadi tuan rumah kontes lagu jika keselamatan dan keamanan terancam.

Eurovision dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Grup Referensi pengawasnya menyetujui perubahan tersebut setelah melalui tinjauan tahunan. Keputusan ini juga didasarkan pada umpan balik dari lembaga penyiaran yang berpartisipasi pascakontes 2026 di Wina, menjelang edisi tahun depan di Bulgaria.

“Aturan Kontes sekarang menyatakan bahwa lembaga penyiaran yang menang akan secara otomatis tidak memenuhi syarat untuk menjadi tuan rumah kontes jika terdapat konflik bersenjata, situasi geopolitik yang sensitif, atau situasi lain yang secara material memengaruhi keamanan, keselamatan, atau stabilitas negara maupun wilayah terdekat mereka,” jelas pernyataan tersebut.

Keputusan Spanyol untuk melanjutkan boikot kontes lagu internasional ini muncul saat lembaga penyiaran nasional Irlandia, RTE, dan lembaga penyiaran Belanda, AVROTROS, mengumumkan langkah serupa untuk kontes tahun 2027. Keduanya turut mengutip partisipasi Israel sebagai alasan utama.

Pada tahun 2026, Belanda, Islandia, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia tidak berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Selain itu, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia juga menolak untuk menyiarkan kontes tersebut.

Kontes Lagu Eurovision 2027 dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei di Burgas, sebuah kota pesisir Laut Hitam di Bulgaria.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button