Meneladani Akhlak Mulia Nabi Muhammad saw
Oleh: Ayu Mela Yulianti, S.Pt., Pegiat Literasi dan Pemerhati Kebijakan Publik.
Akhlak adalah sifat, sikap, dan karakter yang lahir saat seseorang melakukan suatu perbuatan. Akhlak terbagi menjadi dua macam, yaitu akhlak yang baik dan akhlak yang buruk.
Akhlak yang baik adalah akhlak yang tampak saat melakukan perbuatan yang sesuai dengan hukum syariat, yaitu memenuhi perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
Sementara itu, akhlak yang buruk adalah sikap yang nampak saat melakukan suatu aktivitas yang menyelisihi perintah dan larangan Allah Swt.
Oleh karena itu, penentuan apakah suatu sikap mengandung akhlak yang baik atau buruk bergantung pada kesesuaiannya dengan hukum syariat.
Setiap orang yang beriman kepada Allah Swt. dan hari akhir harus memiliki akhlak yang baik dan terpuji. Akhlak seperti ini pasti akan mendatangkan pahala.
Akhlak yang baik dan terpuji muncul karena kesadaran keimanan kepada Allah Swt. serta mengikuti akhlak yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw.
Allah Swt. berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS Al-Ahzab: 21).
Maka, setiap Muslim akan menjadikan Rasulullah Muhammad saw. sebagai suri teladan yang baik dalam berakhlak.
Sebagai contoh, akhlak Rasulullah saw. saat melaksanakan salat adalah khusyuk. Seyogianya setiap Muslim pun berusaha untuk khusyuk dalam salatnya. Selain itu, Muslim harus senantiasa menjaga salat, salat tepat waktu, dan tidak meninggalkannya.
Upaya yang bisa dilakukan agar khusyuk saat salat adalah dengan mempersiapkan diri agar terjaga kebersihan dan kesuciannya dari berbagai macam hadas. Kemudian, berdoa kepada Allah Swt. agar menolong salat kita, minimal mengingat jumlah rakaat, berzikir, dan berdoa selesai salat.
Adapun akhlak Rasulullah saw. saat berdagang dan bermuamalah lainnya dengan manusia senantiasa sesuai dengan hukum syariat. Hal ini melahirkan sikap akhlakul karimah seperti jujur.
Oleh karena itu, bagi setiap Muslim, melaksanakan akhlak harus semata-mata karena menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, bukan karena akhlak itu bermanfaat. Sebab, melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang pasti mengandung kemaslahatan dan keberkahan.






