Ratusan Orang di Swedia Berunjuk Rasa Menentang Serangan Israel ke Gaza
Stockholm (Suaraislam.id)– Ratusan orang berkumpul di Stockholm pada Sabtu untuk memprotes serangan Israel ke Jalur Gaza.
Para demonstran, dikutip dari Anadolu (27/09), yang berkumpul di kawasan Radmansgatan menyusul seruan dari organisasi masyarakat sipil, menuntut penghentian segera kejahatan perang terhadap warga sipil di wilayah kantong Palestina tersebut.
Sambil membawa spanduk bertuliskan: “Free Palestine, Free Gaza”, “Stop the Genocide”, dan “Boycott Israel”, kelompok tersebut berbaris menuju gedung parlemen seraya menyerukan slogan-slogan seperti “Anak-anak dibunuh di Gaza” dan “Kemerdekaan untuk Palestina.”
Para demonstran, yang membawa bendera Palestina, juga menuding bahwa Amerika Serikat terlibat dalam kejahatan perang di Gaza.
‘Ini Adalah Genosida yang Sedang Berlangsung dan Proyek Kolonial’
Aktivis dan komedian Swedia, Kerim Arslanagic, mengatakan kepada Anadolu bahwa ia bergabung dalam aksi protes tersebut untuk menunjukkan dukungannya terhadap Palestina.
Ia menyatakan bahwa penindasan, krisis pangan, dan minimnya infrastruktur yang dialami warga Palestina mewakili duka mendalam bagi kemanusiaan.
“Ini telah berlangsung bagi warga Palestina sejak tahun 1948. Ini adalah genosida yang sedang berlangsung dan sebuah proyek kolonial. Kolonialisme yang berakhir di Eropa pada tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an masih berlanjut di Palestina hari ini. Israel melakukan hal ini melalui apa yang mereka sebut metode ‘memotong rumput’ (mowing the grass), tetapi setelah 7 Oktober, tidak ada yang bisa memprediksi bahwa peristiwa ini akan mencapai skala seperti sekarang,” ujarnya.
Arslanagic menegaskan bahwa setiap individu dan seniman harus menggunakan platform yang mereka miliki untuk menekan para politisi.
“Jika kita menyuarakan suara kita, kita bisa mengubah keadaan,” katanya.
Menyusul peristiwa 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan brutal ke Gaza, menewaskan hampir 74.000 korban, melukai 175.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut menjadi puing-puing.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu, Israel terus melakukan serangan yang menewaskan lebih dari 1,400 warga Palestina dan melukai hampir 5.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sebuah tim penyelidik yang dibentuk PBB menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
Sumber: Anadolu Agency






