NASIONAL

Ratusan Pemukim Israel Ulangi Penyerbuan Al-Aqsa dengan Berbagai Ritual

Jerusalem (Suaraislam.id) — Ratusan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Rabu (30/9/2026) pagi untuk memperingati hari raya Yahudi, Sukkot, menurut keterangan pejabat Wakaf Islam Yerusalem.

Pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya itu memberitahu Anadolu bahwa ratusan pemukim masuk ke kompleks masjid di bawah perlindungan ketat polisi Israel pada Rabu (30/9/2026).

Aksi pencerobohan tersebut mencakup pelaksanaan ritual Talmud, doa, tarian, dan nyanyian yang melanggar status quo di masjid tersebut, tegas pejabat itu.

Baca juga: Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Toko-Toko Palestina Dipaksa Tutup

Status quo historis yang berlaku sebelum pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada tahun 1967 menetapkan bahwa Wakaf Islam Yerusalem—yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania—memiliki wewenang eksklusif untuk mengelola urusan kompleks Masjid Al-Aqsa seluas 144 dunam (sekitar 35,6 hektare) sebagai tempat ibadah khusus bagi umat Islam.

Kelompok-kelompok ekstremis kanan Israel sebelumnya telah menyerukan pencerobohan berskala besar ke Al-Aqsa selama hari raya Sukkot, yang dimulai pada Sabtu dan berlangsung hingga Jumat.

Wakaf Islam Yerusalem melaporkan sebelumnya bahwa lebih dari 1.500 pemukim memasuki kompleks masjid pada Ahad, lebih dari 1.700 pada Senin, dan lebih dari 1.400 pada Selasa.

Aksi penyerbuan ke Al-Aqsa semakin intensif sejak dimulainya periode hari raya Yahudi, di tengah pengawalan ketat pasukan Israel dan penerapan tindakan militer di Yerusalem.

Rangkaian hari raya dimulai dengan Tahun Baru Yahudi pada 12 dan 13 September, diikuti Yom Kippur pada 21 dan 22 September. Hari raya Sukkot berlangsung dari 26 September hingga 2 Oktober, dan dilanjutkan oleh Simchat Torah pada 3 Oktober.

Sejak tahun 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan para pemukim memasuki Al-Aqsa melalui Gerbang Mughrabi di Tembok Barat dengan didampingi petugas kepolisian.

Serangan di Tepi Barat yang Diduduki

Para pemukim Israel membakar sebuah kendaraan dan mencoretkan slogan-slogan rasis pada dinding rumah warga Palestina di Desa Deir Sudan, Tepi Barat yang diduduki, sebut lembaga hak asasi manusia pada Rabu (30/9/2026).

Baca juga: Usai Al-Aqsa, Ben-Gvir dan Ratusan Pemukim Serbu Masjid Ibrahimi di Hebron

Lembaga hak asasi manusia Al-Baidar menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut menimbulkan kerusakan materiil dan meningkatkan ketegangan di antara warga desa di sebelah utara Ramallah itu.

1 2Laman berikutnya
Back to top button