Tentara Zionis Tewas Ditembak, Israel Ancam Usir Penduduk Hebron
Tepi Barat (Suaraislam.id)–Pasukan Israel melancarkan operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat, pada Jumat (23/10) malam waktu setempat. Langkah ini diambil beberapa jam setelah para pemimpin Israel berjanji akan mengusir penduduk dan melakukan pembongkaran bangunan. Janji tersebut diutarakan menyusul serangan penembakan di dekat kota itu yang menewaskan dua tentara Israel.
Dalam sebuah pernyataan bersama, militer Israel dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet mengatakan bahwa operasi tersebut diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari. Operasi ini menargetkan sebuah area di Hebron yang menjadi tempat asal kedua pria bersenjata Palestina pelaku serangan.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa operasi militer bertujuan untuk melacak dan membongkar apa yang mereka sebut sebagai “infrastruktur teroris”. Selain itu, militer Israel berencana menyita senjata serta menginterogasi para tersangka.
“Operasinya tertarget dan terbatas pada area tempat para teroris beroperasi,” kata pernyataan tersebut.
Pihak Israel menambahkan bahwa penduduk hanya akan diizinkan pergi melalui tiga titik keluar yang telah ditentukan. Namun, warga harus terlebih dahulu menjalani proses interogasi dan skrining keamanan.
Sebelumnya, pada Jumat, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz berjanji akan memperluas taktik militer dari kamp pengungsi Jenin ke Hebron.
“Seluruh lingkungan di Hebron tempat para pria bersenjata itu muncul akan dievakuasi dari para penghuninya,” tulis Katz di platform media sosial X.
Katz juga berjanji akan membongkar fasilitas yang mereka klaim sebagai “infrastruktur teroris”. “Seperti di Gaza, seperti di Lebanon,” tuturnya.
Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu turut berjanji akan memperluas operasi militer dan pembongkaran di Hebron. Janji politik ini dilontarkan hanya empat hari menjelang pemilihan parlemen Israel.
Operasi militer tersebut dilakukan menyusul insiden penembakan di dekat Hebron yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Pasukan Israel menembak mati kedua warga Palestina yang menjadi pelaku penembakan dalam peristiwa tersebut.[]
Sumber: Xinhua






