NASIONAL

Ajaib, Buku yang Dibaca Anies Baswedan Terbit 2018 Tapi Firli Ngaku Sudah Baca pada 2002

Anies pun tidak banyak menuliskan status saat membaca buku tersebut, hanya menyapa warganet saja untuk menikmati akhir pekannya. “Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi,” kata Anies dikutip dari akun Instagramnya pada Ahad, 22 November 2020.

Dilansir dari google books, buku berjudul “How Democracie Die” yang dibaca Anies itu mengulas tentang demokrasi bisa mati yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia setebal 288 halaman dan diterbitkan tahun 2019.

Berikut ulasan singkat buku “How Democracies Die” yang dibaca Anies Baswedan:

Demokrasi bisa mati karena kudeta atau mati pelan-pelan. Kematian itu bisa tak disadari ketika terjadi selangkah demi selangkah dengan terpilihnya pemimpin otoriter, disalahgunakannya kekuasaan pemerintah, dan penindasan total atas oposisi.

Ketiga langkah itu sedang terjadi di seluruh dunia dan kita semua mesti mengerti bagaimana cara menghentikannya.

Dalam buku ini, dua profesor Harvard Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt menyampaikan pelajaran penuh wawasan dari sejarah untuk menerangkan kerusakan rezim selama abad ke-20 dan ke-21. Mereka menunjukkan bahayanya pemimpin otoriter ketika menghadapi krisis besar.

Berdasarkan riset bertahun-tahun, keduanya menyajikan pemahaman mendalam mengenai mengapa dan bagaimana demokrasi mati; suatu analisis pemicu kewaspadaan mengenai bagaimana demokrasi didesak; dan pedoman untuk memelihara dan memperbaiki demokrasi yang terancam, bagi pemerintah, partai politik, dan individu.

red: a.syakira

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button