NASIONAL

Akhirnya Peringatan Tokoh-Tokoh tentang Ketidakberesan Listyo Sigit Terbukti

Amien Rais Pernah Mendesak Listyo Segera Diganti

Pada 30 Desember 2020, saat Listyo Sigit menjabat Kabareskrim dan menjadi kandidat Kapolri pengganti Idham Azis, Amien Rais memprediksi Presiden Jokowi akan memilihnya. Amien menyoroti kedekatan Listyo dengan Jokowi.

“Ini adalah logika saya sebagai pengamat bahwa ini yang paling nyaman, paling aman, paling cocok dengan Pak Jokowi,” kata Amien.

Prediksi Amien terbukti saat Listyo Sigit resmi dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo.

Setelah DPR menyetujui pelantikan tersebut, Amien Rais mengingatkan janji-janji Listyo dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Saat itu, Amien telah bergabung dengan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) yang mengadvokasi kasus tewasnya enam anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta–Cikampek.

“Tadi malam saya lihat Listyo Sigit Prabowo itu omongannya merdu. Kalau Kapolri sekarang ini bisa menegakkan omongannya semalam itu, luar biasa,” tutur Amien.

Amien menambahkan, “Harapan kita pada Jokowi dan Kapolri baru, tepati sesuai janjinya untuk membuka halaman baru Polri kita yang lebih adil, manusiawi, dan mengayomi.”

Dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR pada 20 Januari 2021, Listyo sempat berjanji, “Kejadian extrajudicial killing yang direkomendasikan oleh Komnas HAM, kami dalam posisi sikap mematuhi dan menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM. Tentunya kita akan ikuti.”

Namun, Listyo tidak menepati janjinya untuk mengusut tuntas kasus KM 50. Dua terdakwa anggota polisi yang dituntut akhirnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 18 Maret 2022, yang memicu kekecewaan tokoh-tokoh TP3.

Pada 6 Oktober 2025, Amien secara terang-terangan menuduh Listyo membangkang kepada Presiden Prabowo. Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini menyoroti pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Listyo Sigit pada 17 September 2025, padahal Presiden Prabowo sudah lebih dulu membentuk Komisi Reformasi Kepolisian.

“Sekarang ini yang aneh, Listyo itu memang secara konsisten menentang dan membangkang presidennya dengan membentuk tim reformasi kepolisian pada 17 September 2025. Dengan pongahnya Listyo membentuk tim reformasi dan transformasi Polri yang tujuannya menolak arahan presiden,” kritik Amien.

Amien melanjutkan dengan nada tajam, “Hal inilah yang saya nilai bahwa selaku bawahan presiden, Listyo Sigit ini ingin berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan Presiden Prabowo.”

Amien menilai Listyo merasa paling mengetahui cara memperbaiki institusi kepolisian sehingga menolak perbaikan dari Presiden Prabowo. Menurutnya, hal ini memicu gelombang kekecewaan masyarakat yang menginginkan pergantian Kapolri.

Oleh karena itu, Amien menyarankan Presiden Prabowo tidak perlu ragu mencopot Listyo dan menepis kekhawatiran atas perlawanan internal Polri. Ia juga menilai kepemimpinan Listyo di era Jokowi telah menjadikan Polri sebagai alat politik kekuasaan.

“Di bawah Jokowi, Polri dijadikan partai cokelat, alat untuk memenuhi syahwat politik, bukan melayani rakyat,” tegas Amien.

Pada 8 Februari 2026, Amien kembali mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengambil tindakan. “Caranya, copot segera Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Listyo adalah sekrup besar dan penting bagi Jokowi,” terangnya.

Amien meyakini pencopotan Listyo akan memperlemah posisi politik Jokowi. “Jadi ayo Mas Prabowo, tunjukkan taringmu dan kukumu sebagai macan Asia, jangan jadi macan ompong tanpa kuku lagi,” tantang Amien.

Akhirnya, terlepas dari apakah Presiden Prabowo mempertimbangkan masukan para tokoh tersebut atau tidak, Listyo resmi dicopot dari posisi Kapolri pada 1 Oktober 2026 dan diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Pada 4 November 2026, Listyo diberhentikan dari KSP setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal terhadap presiden dan sejumlah tokoh nasional.

Semoga ke depan presiden dapat lebih mendengarkan masukan objektif dari para tokoh bangsa. Wallahu ‘alimun hakim.

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button