Allah Swt Tidak Melihat ‘Casing’
Menganggap bulan tertentu membawa kesialan merupakan bentuk thiyarah yang harus dijauhi oleh setiap Muslim. Namun ironisnya, anjuran ritual yang bertentangan dengan ajaran sahih ini masih terus bergulir di tengah masyarakat.
Mengikuti sunnah Rasulullah saw. adalah perintah langsung dari Allah Swt.:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)
Rasulullah saw. juga menjamin bahwa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah akan menyelamatkan manusia dari kesesatan:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْن لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكُتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Telah aku tinggalkan untukmu dua perkara: kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik)
Apabila petunjuk Al-Qur’an dan hadis sudah sangat jelas melarang suatu hal, namun seseorang tetap nekat menerjangnya, tindakan tersebut dikategorikan sebagai kibr (kesombongan) karena menolak kebenaran (batharal haq).
Rasulullah saw. memberikan peringatan keras terkait sifat sombong:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim)
Sikap seorang Muslim terhadap ketetapan Allah Swt. dan Rasul-Nya hendaknya senantiasa didasari prinsip sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat).
Allah Swt. berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab [33]: 36)






