#AQL Qurban CareIBRAH

‘Animal Welfare’ dalam Islam: Bedah Kitab Al-Mufassaal Soal Kenyamanan Hewan Kurban

Oleh: KH Bachtiar Nasir, Pembina AQL Qurban Care

Konsep animal welfare atau kesejahteraan hewan sering kali dianggap sebagai pemikiran Barat modern, padahal Islam telah mengaturnya secara detail sejak empat belas abad silam.

Dalam kitab Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, kesejahteraan hewan kurban menjadi sorotan utama yang tidak terpisahkan dari keabsahan ibadah. Islam memandang hewan kurban bukan sebagai objek mati, melainkan makhluk bernyawa yang memiliki hak untuk diperlakukan dengan penuh kasih sayang bahkan hingga detik terakhir hidupnya.

Kesejahteraan ini dimulai jauh sebelum hari raya tiba. Hewan kurban harus diberikan pakan yang baik, air yang cukup, dan tempat berteduh yang layak.

Menelantarkan hewan kurban di bawah terik matahari atau dalam kondisi lapar adalah perbuatan yang sangat dicela. Bahkan saat akan disembelih, syariat melarang hewan tersebut dibuat stres agar kualitas ibadah tetap terjaga.

Hewan tidak boleh diseret atau dipaksa berjalan di luar batas kemampuannya. Rasa nyaman ini krusial karena kurban adalah persembahan kepada Allah, dan Allah hanya menerima sesuatu yang baik serta dihasilkan dari proses yang baik pula.

Salah satu bukti paling kuat soal animal welfare dalam Islam adalah larangan mengasah pisau di depan hewan kurban. Hal ini menunjukkan kepedulian Islam terhadap kesehatan mental hewan yang akan disembelih.

Begitu pula sunah untuk memberikan air minum terakhir bagi hewan sebelum proses eksekusi dilakukan. Semua detail ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang sangat humanis terhadap seluruh alam semesta.

Memahami kesejahteraan hewan berarti memahami esensi ibadah yang rahmatan lil ‘alamin. Kurban yang sempurna adalah kurban yang memadukan ketegasan hukum fikih dengan kelembutan kasih sayang terhadap makhluk Tuhan.

Selain itu, dilarang menyembelih hewan di hadapan hewan lainnya untuk menjaga perasaan mereka. Prinsip ihsan ini mewajibkan kita memberikan kenyamanan maksimal guna meminimalkan rasa sakit yang dirasakan hewan.

Dengan memuliakan hewan, kita sejatinya sedang memuliakan perintah Sang Pencipta. Inilah kemuliaan syariat yang menyeimbangkan antara ketaatan ritual dengan etika kemanusiaan yang luhur.

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 1: Syurūṭ al-Uḍḥiyah dan Bab 2: Ādāb aż-Żabḥi.


🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care yang amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254 📸 IG: @aql.qurbancare 🌐 Web: www.qurbancare.org

Back to top button