IBADAH

Apapun Shalatnya, Tumakninah Itu Harus

Dalam hadis ini, diterangkan bahwa orang yang jelek shalatnya disuruh mengulangi shalatnya sampai tiga kali oleh Rasulullah saw, karena shalatnya tidak tumakninah, sama artinya belum shalat. Karena tumakninah itu salah satu rukun dalam shalat. Kalau rukunnya rusak, maka batallah shalatnya.

Dan apa sebenarnya yang disebut tumakninah itu? Menurut Syekh Salim bin Samir Al-Hadrami dalam kitabnya “Safinatun Najah”, tumakninah adalah diam sejenak setelah gerakan sebelumnya, kira-kira setelah semua anggota badan tetap (tidak bergerak) dengan kadar lamanya waktu setara dengan membaca bacaan kalimat tasbih (subhanallah).

Berdasarkan hadis tersebut, para ahli fikih menyimpulkan setidaknya ada empat gerakan rukun dalam shalat yang wajib tumakninah yaitu: tumakninah ketika rukuk, tumakninah ketika i’tidal, tumakninah ketika sujud, dan tumakninah ketika duduk di antara dua sujud.

Khusyuk dalam Shalat

Agar kita benar-benar dapat merasakan ‘dzauq’ atau kenikmatan berkomunikasi dengan Allah Swt dalam shalat, tentu kita harus benar-benar khusyuk dalam shalat.

Ketahuilah, bahwa Allah Ta’ala memuji orang-orang yang khusyuk dalam shalat mereka, Allah Swt berfirman; “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun 1-2)

Ulama kontemporer Syekh Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili dalam “at-Tafsir al-Munir” saat menafsirkan surah al-Mukminun ayat 2, yakni “alladzina hum fi shalatihim khasyi’un”, dengan menyatakan:

وهو الخضوع والتذلل لله والخوف من الله تعالى ومحله القلب فإذا خشع خشعت الجوارح كلها لخشوعه إذ هو ملكها

“Kusuk adalah kepasrahan, kerendahan, rasa takut kepada Allah. Tempatnya di hati. Karenanya, orang yang hatinya khusyuk, tentu semua anggota badannya turut khusyuk. Sebab hatilah yang menguasai seluruh anggota badan (Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili, at-Tafsir al-Munir, juz XVIII, halaman 14).

Salah satu caranya agar shalat kita khusuk adalah pahami makna bacaan-bacaan shalat. Insyaallah jika paham benar akan membantu kekhusukan shalat kita.

Jadi, apapun shalatnya. Baik itu shalat fardhu maupun shalat sunah termasuk shalat tarawih wajib tumakninah. Tidak terburu-buru. Karena saat shalat sejatinya sedang berkomunikasi langsung dengan Allah Ta’ala.[]

Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button