Bacalah Al-Qur’an, Seakan-akan Ia Turun Kepadamu
Di dalam catatan sirah nabawiyah, diceritakan bahwa Nabi saw. pernah meminta Abdullah bin Mas’ud untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan beliau. Ketika bacaan tersebut sampai pada firman Allah Swt. dalam Surah an-Nisa’ ayat 41:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا
“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).”
Mendengar ayat tersebut dibacakan, Rasulullah saw. seketika menangis haru hingga air mata beliau mengalir membasahi pipi.
Pernahkah kita meneteskan air mata saat berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur’an? Pernahkah kita memetik sebuah inspirasi besar yang mengubah haluan hidup kita setelah membacanya?
Apabila jawabannya belum, berarti kita perlu memperlambat tempo bacaan serta meningkatkan konsentrasi spiritual kita. Kini sudah saatnya bagi kita semua untuk membaca, merenungkan, dan memahami Al-Qur’an dengan sepenuh jiwa. Wallahu ‘alimun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






