NUIM HIDAYAT

Bagaimana Menggiatkan Dunia Baca Tulis di Tanah Air?

  1. Membiasakan Membaca di Sekolah
    Program yang paling mungkin dilakukan:
  • 15 menit membaca hening setiap hari, seperti Jepang
  • book day di mana siswa boleh membawa buku bebas, bukan buku pelajaran
  • pojok baca di setiap kelas
  • kompetisi review buku
  • pelatihan guru untuk membacakan cerita dengan baik
    Sekolah harus menjadi pusat budaya membaca—lebih dari rumah, lebih dari lingkungan.
  1. Mengubah Gawai Menjadi Mesin Literasi
    Karena kita tidak mungkin melawan smartphone, kita harus menggunakannya untuk membaca. Pemerintah dan swasta bisa menyediakan:
  • aplikasi buku anak gratis,
  • kanal cerita audio,
  • platform resensi buku untuk remaja,
  • tantangan membaca via media sosial.
    Jika anak membaca lewat HP, itu bukan masalah—selama isinya benar.
  1. Menghidupkan Perpustakaan
    Perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang hidup:
  • memiliki ruang kreativitas,
  • ada kegiatan rutin seperti kelas menggambar, menulis, diskusi,
  • jam operasional fleksibel,
  • lokasi nyaman dan bersih.
    Perpustakaan yang hidup akan menarik anak-anak tanpa perlu disuruh.
  1. Menggerakkan Komunitas
    Gerakan seperti Taman Baca Masyarakat (TBM), Rumah Baca, Komunitas Akar Rumput, dan ratusan relawan literasi telah melakukan kerja besar. Pemerintah bisa memperkuat mereka dengan:
  • dukungan buku baru,
  • dana operasional tahunan,
  • jaringan pelatihan relawan,
  • pengakuan resmi sebagai mitra literasi nasional.
    Komunitas sering bekerja lebih efektif karena dekat dengan warga.

Pada akhirnya, membaca bukan lagi soal hobi. Ia adalah bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap ketidaktahuan. Terhadap banjir informasi palsu. Terhadap budaya instan.

Di masa mendatang, negara yang paling kuat bukan yang paling besar, tetapi yang warganya paling mampu berpikir. Dan kemampuan berpikir hanya bisa dibangun dengan membaca.

Indonesia harus banyak berbenah. Guru harus membiasakan kegiatan baca tulis kepada murid. Orang tua harus mengenalkan buku kepada anak-anak sejak dini. Perpustakaan harus dibangun dan diisi dengan hal-hal yang kreatif agar menarik anak-anak untuk berkunjung.

Memang butuh waktu yang tidak pendek untuk membenahi semua ini. Tapi bila para pemimpin dan guru mau bergerak bersama, cita-cita menjadikan Indonesia berbudaya baca tulis, bukan sebuah hal yang utopis. Wallahu alimun hakim. []

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button