#Bebaskan PalestinaLAPSUS

Bela Palestina, Deretan Musisi hingga Atlet Internasional Ini Hadapi Pemecatan dan Boikot Industri

Azeez Al-Shaair Dikenai Denda Akibat Penghormatan bagi Hind Rajab

Pemain belakang klub Houston Texans, Azeez Al-Shaair, dijatuhi sanksi denda oleh pihak pengelola liga NFL. Hukuman ini diberikan setelah ia menuliskan nama “Hind Rajab” pada stiker pelindung bawah matanya saat bertanding melawan Buffalo Bills pada 13 September.

Pengelola liga mengenakan denda finansial dengan nilai mencapai lebih dari 11.000 dolar AS. Sanksi ini menjadi yang kesekian kalinya diterima oleh sang atlet profesional.

Al-Shaair sebelumnya pernah dijatuhi denda sebesar 11.593 dolar AS oleh pihak liga. Hukuman pertama itu dijatuhkan akibat aksinya menuliskankan pesan “Stop The Genocide” pada pelindung mata saat laga penentuan Januari lalu.

Sanksi terbaru ini memicu simpati dan solidaritas dari bintang basket Dallas Mavericks, Kyrie Irving. Irving secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menanggung dan membayar seluruh denda Al-Shaair.

Anwar El Ghazi Dipecat Mainz Sebelum Memenangi Gugatan Hukum

Pemain sepak bola asal Belanda, Anwar El Ghazi, menerima sanksi skorsing sebelum akhirnya dipecat oleh klub Jerman Mainz 05 pada 2023. Tindakan tegas manajemen dipicu oleh unggahan pro-Palestina di akun media sosial miliknya.

Pihak klub sempat mengumumkan rencana kembalinya El Ghazi setelah mengklaim sang pemain telah menyesal dan mengakui hak berdiri Israel. El Ghazi membantah klaim sepihak tersebut dan menegaskan tidak pernah menyesali sikap pembelaannya terhadap rakyat Palestina.

El Ghazi menempuh jalur hukum untuk melawan keputusan sepihak manajemen klub di pengadilan. Pengadilan Ketenagakerjaan Mainz pada Juli 2024 memutuskan bahwa pemutusan hubungan kerja terhadap sang atlet tidak sah secara hukum.

Proses hukum berlanjut hingga tingkat banding di Lembaga Peradilan tertinggi. Mahkamah Ketenagakerjaan Federal Jerman akhirnya menolak gugatan terakhir Mainz pada 2026, sehingga kemenangan El Ghazi berkekuatan hukum tetap.

Kehlani Kehilangan Panggung Pertunjukan Besar

Penyanyi R&B peraih nominasi Grammy, Kehlani, menghadapi dampak kerugian profesional sepanjang tahun 2025. Konsekuensi ini muncul akibat pernyataan publiknya yang membela Palestina dan mengkritik tindakan Israel di Gaza.

Universitas Cornell secara sepihak membatalkan jadwal tampil Kehlani pada April 2025. Pembatalan tersebut berimbas pada agenda penampilannya dalam perayaan tahunan bertajuk Slope Day di kampus tersebut.

Agenda konser tunggal Kehlani lainnya yang dijadwalkan berlangsung di Central Park, New York, pada Juni 2025 juga mengalami pembatalan. Kerugian ini melengkapi deretan sanksi yang diterima para seniman pembela kemanusiaan.[]

Sumber: Anadolu Agency

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button