#Bebaskan PalestinaLAPSUS

Bela Palestina, Deretan Musisi hingga Atlet Internasional Ini Hadapi Pemecatan dan Boikot Industri

Jakarta (Suaraislam.id)-Sejumlah figur publik terus menggunakan pengaruh mereka untuk mengecam genosida Israel di Gaza dan membela hak-hak warga Palestina. Mereka bersuara nyaring meski harus menghadapi berbagai sanksi profesional.

Sanksi bagi para penyuara hak Palestina tersebut mewujud dalam beragam bentuk kerugian. Dampak nyata mencakup pembatalan penampilan, pemutusan kontrak iklan, pemecatan dari produksi film, pemutusan hubungan kerja, hingga denda finansial bagi atlet.

Kasus pencoretan pemusik rap asal Amerika Serikat, Macklemore, dari tur stadion Ed Sheeran kembali menarik perhatian publik. Peristiwa ini mempertegas risiko profesional yang membayangi para seniman dan atlet yang vokal mengritik Israel.

Macklemore Dicoret dari Tur Ed Sheeran

Macklemore resmi dikeluarkan dari delapan jadwal tersisa pada tur Ed Sheeran bertajuk Loop Tour di Amerika Serikat. Keputusan ini menyusul orasinya mengenai Gaza dan Tepi Barat yang Diduduki saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, pada 4 dan 5 September lalu.

Pemusik rap peraih Grammy tersebut menyerukan kemerdekaan Palestina dan membawakan lagu protest berjudul Hind’s Hall. Judul lagu itu diambil dari nama Hind Rajab, bocah perempuan Palestina berusia lima tahun yang tewas oleh pasukan Israel pada Januari 2024.

Promotor tur Amerika Serikat, Messina Touring Group, memberikan pernyataan resminya kepada majalah musik Rolling Stone. Pihaknya mengonfirmasi bahwa pengelola lokasi konser menolak menyelenggarakan pertunjukan apabila Macklemore tetap berada dalam daftar tampil.

Menanggapi pencoretan tersebut, Macklemore berikrar akan menyumbangkan seluruh penghasilan bersihnya dari tur sebesar 1 juta dolar AS. Dana bantuan sosial ini disalurkan melalui enam organisasi kemanusiaan yang berfokus membantu warga Palestina.

Sikap tegas Macklemore memicu gelombang solidaritas dari sesama musisi. Finneas, grup musik asal Denmark Lukas Graham, penyanyi-penulis lagu Irlandia Aaron Rowe, serta grup musik folk Irlandia Beoga memutuskan mundur dari rangkaian tur tersebut.

Melissa Barrera Dipecat dari Film Scream VII

Aktor asal Meksiko, Melissa Barrera, diberhentikan dari produksi film Scream VII pada November 2023. Pemecatan ini dipicu oleh unggahan dan bagikan ulang pesannya mengenai kejahatan perang, genosida, dan pembersihan etnis yang dilakukan Israel di Gaza.

Barrera menanggapi tindakan Spyglass Media Group selaku rumah produksi film tersebut dengan mengutuk keras sikap antisemitism dan Islamofobia. Ia menegaskan bakal terus memanfaatkan platform dunianya demi memperjuangkan hak asasi manusia.

Keputusan pemecatan itu mendepak Barrera dari waralaba film yang telah membesarkan namanya. Ia sebelumnya menjadi salah satu pemeran utama sukses dalam film Scream (2022) dan Scream VI (2023).

Ia menggambarkan bulan-bulan pasca-pemecatan sebagai masa tersulit dalam perjalanan hidupnya. Kesempatan kerja di dunia perakitan seni peran bahkan sempat terhenti total selama kurang lebih sepuluh bulan.

Barrera kini mulai membangun kembali karier keaktorannya lewat proyek film independen. Ia juga berhasil mendapatkan peran dalam panggung pertunjukan Broadway berjudul Titanique.

Pada September 2026, aktor Matthew Lillard menyampaikan penyesalannya karena memilih kembali membintangi film ketujuh tanpa membela Barrera. Ia secara terbuka mengakui bahwa keputusan memecat Barrera merupakan tindakan yang salah.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button