#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Biadab terhadap Aktivis Flotilla, Prancis Cekal Menteri Zionis Ben-Gvir

Jakarta (Suaraislam.id) – Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional ekstrem kanan zionis Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya setelah rekaman video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis armada kebebasan yang diculik awal pekan ini memicu kecaman internasional.

“Mulai hari ini, Itamar Ben-Gvir dilarang memasuki wilayah Prancis,” tegas Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot melalui akun X pada Sabtu (23/05/2026).

“Keputusan ini diambil menyusul tindakan tercelanya terhadap warga negara Prancis dan Eropa yang menjadi penumpang di atas kapal Global Sumud Flotilla.”

Sebelumnya, Ben-Gvir mengunggah sebuah rekaman video di platform media sosial yang memperlihatkan dirinya sedang menyombongkan diri di hadapan para aktivis armada kebebasan yang dipaksa berlutut di lantai dalam kondisi mata tertutup dan tangan terikat di Pelabuhan Ashdod.

Baca juga: Tak Ada yang Lebih Mewakili Politik Israel Saat Ini daripada Itamar Ben-Gvir

Pasukan angkatan laut zionis Israel telah mencegat kapal-kapal armada tersebut di perairan internasional lepas pantai Siprus, serta menculik sekitar 430 peserta secara ilegal pada pekan ini.

Ratusan aktivis kemudian dibebaskan dan memberikan laporan kesaksian mereka pada Kamis.

Foto dan video yang memperlihatkan para aktivis diseret di atas lantai memicu sejumlah negara—termasuk Italia, Prancis, Belanda, Kanada, dan Spanyol—untuk memanggil duta besar zionis Israel guna mengecam perlakuan “tidak dapat diterima” serta pelanggaran berat terhadap martabat manusia tersebut.

“Kita tidak bisa menoleransi warga negara Prancis diancam, diintimidasi, atau menjadi sasaran kekerasan dengan cara seperti ini, terlebih lagi oleh seorang pejabat publik; saya mencatat bahwa tindakan-tindakan ini juga telah dikecam oleh banyak tokoh pemerintahan dan politik Israel sendiri,” ujar Barrot.

“Tindakan tersebut menyusul serangkaian panjang pernyataan dan tindakan mengejutkan, serta hasutan kebencian dan kekerasan terhadap warga Palestina; seperti rekan sejawat saya dari Italia, saya menyerukan kepada Uni Eropa untuk juga menjatuhkan sanksi terhadap Itamar Ben-Gvir.”

Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerkosaan

Pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla menyatakan dalam sebuah rilis resmi di Telegram pada hari Jumat bahwa para aktivis yang telah dibebaskan melaporkan setidaknya ada 15 kasus kekerasan seksual selama berada di dalam tahanan zionis Israel.

Kelompok tersebut memaparkan bahwa kekerasan seksual yang terjadi meliputi “penggeledahan telanjang yang merendahkan martabat, ejekan bernada seksual, perabaan dan penarikan alat kelamin, serta beberapa kesaksian mengenai pemerkosaan”, di mana tindakan terbiadab terjadi di atas kapal yang dialihfungsikan menjadi penjara darurat.

Baca juga: Aktivis Gaza Flotilla Alami Siksaan Fisik hingga Pemerkosaan Anal oleh Tentara Zionis

“Setidaknya 12 kekerasan seksual telah didokumentasikan di atas kapal itu saja, termasuk pemerkosaan anal dan penetrasi paksa menggunakan senjata api,” tambah kelompok tersebut.

1 2Laman berikutnya
Back to top button