SEHAT

Dokter: Kafein Bukan Hilangkan Lelah, tapi Menunda

Jakarta (SI Online) – Praktisi Kesehatan Masyarakat lulusan Universitas Indonesia, dr. Ngabila Salama, menegaskan bahwa konsumsi minuman berkafein secara berlebihan bukan merupakan solusi tepat untuk mengatasi kelelahan tubuh.

“Kafein bukan menghilangkan kelelahan, melainkan menunda rasa lelah,” kata Ngabila di Jakarta, Rabu (06/05/2026), dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa kopi memang mampu meningkatkan kewaspadaan serta konsentrasi untuk sementara waktu karena sifatnya yang merangsang sistem saraf pusat.

Namun, ia mengingatkan bahwa kafein tidak benar-benar menghapus rasa lelah dan justru berisiko jika dikonsumsi berlebihan.

Efek samping konsumsi kafein berlebih, terutama pada sore atau malam hari, meliputi jantung berdebar, kecemasan, gangguan lambung, hingga menurunnya kualitas tidur.

Asupan kopi sebaiknya dibatasi dalam takaran yang wajar dan wajib dibarengi dengan istirahat yang cukup serta hidrasi yang optimal.

Saat kondisi fisik melemah, tubuh sebenarnya membutuhkan pasokan energi dan nutrisi yang nyata, bukan sekadar rangsangan kafein.

Apabila rasa lelah memicu hilangnya nafsu makan, masyarakat disarankan memilih makanan dalam porsi kecil namun kaya akan gizi dan mudah dicerna.

Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan antara lain buah-buahan, telur, sup, yogurt, kacang-kacangan, serta asupan tinggi protein dan serat.

“Hindari terlalu banyak makanan tinggi gula karena dapat membuat energi cepat turun kembali. Jangan lupa cukup minum air putih karena dehidrasi juga dapat memperberat rasa lelah,” ucap dia.

Ngabila juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan olahraga ringan secara teratur demi menjaga kebugaran dan stamina tubuh.

Ia menambahkan bahwa tanda-tanda tubuh yang terlalu lelah sering kali diabaikan oleh banyak orang.

Gejala tersebut meliputi sering mengantuk di siang hari, sulit fokus, mudah lupa, hingga kondisi emosional yang lebih sensitif atau mudah marah.

Selain itu, rasa sakit kepala, pegal yang berkepanjangan, mata berat, serta menurunnya daya tahan tubuh menjadi indikator nyata bahwa fisik membutuhkan jeda.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, kelelahan kronis berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental yang lebih serius.

Akar masalah dari berbagai tanda kelelahan tersebut umumnya bersumber dari kurangnya waktu tidur yang berkualitas.[]

BACA JUGA
Close
Back to top button