#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Dua Aktivis Flotilla Diculik Israel, Ditahan dan Diduga Disiksa di Penjara Shikma

Jakarta (SI Online) – Dua aktivis dari armada kemanusiaan tujuan Gaza telah dihadirkan di pengadilan Israel beberapa hari setelah mereka diculik di perairan internasional dekat Yunani.

Warga negara Spanyol, Saif Abu Keshek, dan warga negara Brasil, Thiago Avila, dilaporkan sedang melakukan aksi hunger strike atau mogok makan selama masa penahanan mereka.

Global Sumud Flotilla yang terdiri dari lebih dari 50 kapal telah berlayar sejak 12 April untuk menembus blokade Israel dan membawa bantuan ke wilayah Palestina yang hancur.

Gaza sendiri telah berada di bawah blokade laut, darat, dan udara oleh Israel sejak 2005.

Pasukan Israel mencegat para aktivis tersebut di perairan internasional lepas pantai Yunani pada hari Kamis, dan membebaskan semua orang kecuali Abu Keshek serta Avila.

Abu Keshek merupakan warga negara Spanyol-Swedia keturunan Palestina yang menetap di Barcelona dan telah aktif dalam gerakan solidaritas selama lebih dari 20 tahun.

Ayah dari tiga anak yang masih kecil ini diculik dari armada di lepas pantai Kreta dan kini dipindahkan ke Penjara Shikma di Ashkelon.

Penjara Shikma dikenal sebagai tempat yang kerap melakukan perlakuan kasar dan penyiksaan, terutama sejak perang di Gaza meletus pada tahun 2023.

“Kesaksian mengerikan yang diberikan oleh kedua aktivis tersebut mengungkapkan adanya kekerasan fisik dan penahanan dalam posisi yang menekan oleh pasukan militer Israel selama dua hari di laut,” ungkap lembaga hak asasi manusia Adalah.

Abu Keshek melaporkan bahwa dirinya diborgol, ditutup matanya, dan dipaksa berbaring telungkup di lantai hingga menyebabkan luka memar pada wajah serta tangannya.

Sementara itu, Thiago Avila adalah seorang sosio-environmentalis berusia 38 tahun asal Brasil yang juga merupakan anggota komite pengarah Freedom Flotilla Coalition.

Berdasarkan laporan Kedutaan Besar Brasil, Avila mengalami penyiksaan dan pemukulan yang sangat berat hingga menyebabkan dirinya pingsan sebanyak dua kali.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, telah menuntut pembebasan segera warga negaranya yang dianggap ditahan secara tidak sah oleh pemerintah Benjamin Netanyahu.

1 2Laman berikutnya
Back to top button