Gaza Hadapi Krisis Kemanusiaan yang terus Memburuk di Tengah Gencatan Senjata
Pejabat kesehatan mengatakan sedikitnya tiga orang tewas dalam 24 jam terakhir, sehingga total korban tewas sejak 10 Oktober menjadi 357 orang, dengan 908 lainnya luka-luka. Sejak 7 Oktober 2023, otoritas kesehatan melaporkan 70.103 orang tewas dan 170.985 lainnya luka-luka.
Kantor media pemerintah yang dikendalikan Hamas menuduh Israel melakukan 591 pelanggaran gencatan senjata, termasuk melancarkan serangan artileri, penembakan, dan perusakan infrastruktur.
Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional” dan mendesak Amerika Serikat (AS), para mediator, serta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk campur tangan.
Otoritas Pertahanan Sipil Gaza menyebutkan, sekitar 10.000 jenazah masih terkubur di bawah rumah-rumah yang hancur, meski jumlah pastinya tidak diketahui secara pasti karena kondisi kerja yang sulit.
Mahmoud Basal, juru bicara otoritas tersebut, mengatakan bahwa hingga saat ini hanya satu ekskavator yang masuk ke Gaza, jumlah yang terlalu minim untuk mengevakuasi jasad para korban yang tewas.
“Setiap hari, kami menerima banyak permintaan dari keluarga-keluarga yang meminta kami mengevakuasi jenazah anggota keluarga mereka,” ujar Basal, seraya mendesak agar peralatan berat tambahan dapat masuk secepat mungkin dan seaman mungkin.[]
Sumber: Xinhua






