Global Sumud Flotilla Belum Menyerah
Serangan Israel terhadap sebagian armada flotila kami justru meyakinkan kami bahwa kami harus melanjutkan misi menuju Marmaris.
Di wilayah ini, pertanyaan tentang tanggung jawab saat angkatan laut asing beroperasi di perairan Anda menjadi semakin rumit untuk dijawab. Meski demikian, kami tetap teguh untuk berlayar karena kami memiliki tekad kuat untuk akhirnya bisa mencapai Gaza.
Kami menghadapi negara Israel yang bertekad menciptakan “fakta baru” di laut, sebagaimana mereka telah melakukannya di daratan selama berpuluh-puluh tahun. Permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dirancang untuk membuat berdirinya negara Palestina di masa depan menjadi sesuatu yang mustahil.
Pencegatan yang dilakukan semakin jauh dari perairan Palestina ini bertujuan untuk membelenggu kebebasan di wilayah lautan. Jauh dari sekadar aksi simbolis, misi GSF kini menjadi ujian nyata atas keterlibatan negara-negara Barat dalam genosida serta klaim ekstrateritorial Israel.
Seseram apa pun situasinya, tidak satu pun dari kami di atas kapal ini adalah pahlawan tanpa rasa takut. Justru karena insiden kekerasan yang baru saja terjadi di perairan tersebut, misi kami kini menjadi semakin penting untuk dilanjutkan.
Semua pihak, mulai dari negara yang terlibat hingga para aktivis, kini dipaksa untuk menilai ulang posisi mereka masing-masing. GSF hadir untuk mengajak semua orang di seluruh dunia untuk berani memilih pihak yang benar.[]
*Antonis Vradis adalah Profesor Geografi Manusia di Universitas Oslo, dosen di Universitas St Andrews, dan anggota delegasi Yunani yang saat ini berlayar bersama Global Sumud Flotilla.
Sumber: Al Jazeera






