Habib Rizieq: Waspada Upaya Pemurtadan di Wilayah Bencana
Padang (SI Online) – Imam Besar Habib Rizieq Syihab mengingatkan masyarakat dan para relawan untuk mewaspadai potensi upaya pemurtadan di daerah terdampak bencana, khususnya dalam proses pemulihan yang berlangsung dalam jangka waktu lama.
Peringatan tersebut disampaikan Habib Rizieq saat bereramah di Masjid Al Hijrah, Kota Padang, Senin lalu (9/1/), setelah ia dan tim kemanusiaan Front Persaudaraan Islam keliling mengunjungi lokasi bencana.
Ia menyoroti berbagai tantangan yang kerap muncul di wilayah bencana, termasuk aktivitas konseling dan pemulihan trauma yang dilakukan oleh sejumlah lembaga dari luar komunitas Muslim.
Menurut Habib Rizieq, bantuan kemanusiaan dari pihak mana pun tetap perlu dibuka dan diterima tanpa membedakan latar belakang agama. Namun, ia menegaskan kondisi darurat tidak boleh dimanfaatkan untuk menyisipkan pesan-pesan yang mengarah pada pemurtadan umat Islam.
“Kita buka pintu bagi siapa pun yang ingin membantu, agama apa pun tidak masalah. Tapi jangan kondisi bencana ini dimanfaatkan untuk memurtadkan umat Islam. Ini harus diwaspadai,” ujarnya.
Habib Rizieq mencontohkan peristiwa yang pernah terjadi di Aceh, di mana ratusan anak korban bencana hampir dibawa ke luar daerah untuk ditempatkan di yayasan yatim piatu yang dikelola oleh pemeluk agama lain. Ia menyebut sekitar 300 anak Aceh saat itu berhasil dicegah setelah dilakukan dialog dan penanganan oleh pihak-pihak setempat.
“Kami akhirnya bisa menampung mereka sendiri karena umat Islam juga memiliki yayasan-yayasan sosial yang mampu merawat dan melindungi anak-anak tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan di wilayah bencana sangat beragam dan memerlukan kewaspadaan serta kerja sama semua pihak. Menurutnya, tanpa penanganan bersama dan pengawasan yang baik, persoalan sosial dan keagamaan di daerah bencana dapat menjadi semakin kompleks. []





