Hanya dengan Amar Makruf Nahi Mungkar, Umat Islam Menjadi Mulia
Pemimpin Yahudi Israel merasa dirinya yang paling mulia di dunia. Pemimpin Amerika juga demikian, merasa dirinya paling mulia di dunia. Meski mereka menjalankan kemungkaran-kemungkaran besar.
Umat Islam tidak demikian. Umat Islam dijamin Allah menjadi mulia, kalau menjalankan amar makruf nahi mungkar. Bila amar makruf nahi mungkar ditinggalkan, maka Allah akan mencabut kemuliaan itu. Renungkanlah ayat Al-Qur’an di bawah ini,
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran 110)
Sayid Qutb dalam tafsir fi Zhilalnya mengatakan, “Sesungguhnya ia adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia… Namun kebaikan ini bukanlah sesuatu yang melekat secara otomatis atau terjadi begitu saja. Ia merupakan sesuatu yang bersyarat, yaitu ketika umat ini menegakkan manhaj (aturan) Allah di muka bumi, lalu mereka menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
“Ia adalah umat yang memiliki tugas, peran, dan amanah… Jika tidak menjalankan peran tersebut, maka ia akan kehilangan sifat (sebagai umat terbaik) itu,” tegas ulama besar mujahid dan mujtahid ini.
Amien Rais mengibaratkan bahwa amar makruf dan nahi mungkar ini harus seimbang dijalankan. Ia adalah seperti sayap burung. Untuk bisa terbang, maka ia harus menggerakkan sayapnya bersama-sama. Ketika satu sayap tidak digerakkan, burung itu tidak bisa terbang.
Begitu pula umat Islam, ia akan dimuliakan Allah, ketika menjalankan amar makruf nahi mungkar. Bila ia meninggalkan, maka ia tidak akan menjadi mulia.
Amar makruf nahi mungkar ini harus dijalankan umat Islam, baik ketika dirinya tidak mempunyai jabatan apa-apa atau mempunyai jabatan. Kewajiban ini melekat pada dirinya, sebagai individu Muslim.
Ketika ia menjadi presiden, menteri, DPR, gubernur, ketua ormas, kiai/ulama atau lainnya ia wajib menjalankan amar makruf nahi mungkar ini.
Ini bukan ringan. Ini tugas berat.
Amar makruf nahi mungkar harus dimulai dari dirinya sendiri. Tidak mungkin seseorang yang bergelimang dalam kemungkaran, akan berani melakukan nahi mungkar. Begitu pula, orang yang jarang berbuat makruf, tidak akan melakukan amar makruf.
Apa yang disebut makruf? Makruf berasal kata dari arafa. Yang dikenal manusia. Manusia cenderung senang yang makruf. Dalam definisi syariat, makruf adalah segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan Rasulnya. Seperti shalat, zakat, sedekah, menolong orang yang lemah/tertindas, ceramah atau menulis tentang hebatnya syariat Islam dan lain-lain.






