NASIONAL

Hasilkan Jakarta Understanding, IGIC 2026 Pilih Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI

Isi Jakarta Understanding

Selain membentuk IAMI dan memilih presidennya, IGIC 2026 menetapkan deklarasi “Jakarta Understanding”. Deklarasi ini menempatkan imam masjid sebagai aktor penting dalam diplomasi keagamaan.

“Melalui Jakarta Understanding, para Imam Besar menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia dan masjid bisa menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan,” ujar Menag.

“Jakarta Understanding juga menggarisbawahi bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa, serta menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina,” sambungnya.

Berikut adalah naskah lengkap Jakarta Understanding yang disampaikan pada penutupan IGIC 2026:

JAKARTA UNDERSTANDING

On Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace

International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 Jakarta, Indonesia

Dari Jakarta, Indonesia, kami para Imam Besar menyampaikan pesan kepada masyarakat dunia, bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama umat manusia; bahwa masjid dapat menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan; bahwa diplomasi keagamaan dapat memperkuat diplomasi antarbangsa; dan bahwa masa depan dunia yang damai hanya dapat dibangun melalui spirit kemanusiaan dan persaudaraan yang melampaui batas-batas negara, budaya, dan keyakinan. Karenanya, kami, para Imam Besar dari seluruh dunia mengajak seluruh Imam Masjid:

1. Agar menjalankan peran strategis, bukan hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai mediator konflik, pemersatu keberagaman, dan penuntun moral masyarakat. Imam masjid juga berperan aktif menjadikan lembaga keagamaan sebagai ruang komunitas terbuka, inklusif, serta berorientasi pada kemanusiaan dan peradaban.

2. Agar menjadi agen penggerak perdamaian dunia yang berkomitmen melindungi martabat kemanusiaan tanpa memandang latar belakang etnis, agama, bangsa maupun gender. Imam masjid juga memelopori pendidikan karakter, menanamkan nilai moderasi, toleransi, cinta, kasih sayang, dan menghormati perbedaan, serta memperkuat literasi digital.

3. Agar memperjuangkan keadilan sosial dan menjamin perlindungan hak-hak kemanusiaan, dengan menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan ramah terhadap anak, perempuan, disabilitas, minoritas, dan kelompok rentan lainnya, serta mendukung ketahanan keluarga.

4. Agar menggerakkan diplomasi keagamaan dan dialog lintas iman untuk mencegah konflik, membangun rasa saling percaya, dan memperkuat rekonsiliasi global. Imam masjid juga dapat berdiri di garis terdepan menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan, penyalahgunaan agama, hoaks dan ujaran kebencian.

5. Agar menegaskan komitmen bersama untuk membangun kesadaran ekoteologis, menjaga keseimbangan alam, menghentikan pengrusakan lingkungan, serta mendorong masjid dan umat beragama menjadi pelopor keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.

6. Agar melakukan kolaborasi berskala global dengan lembaga internasional, pemerintah dan masyarakat sipil demi mewujudkan dunia yang adil, bermartabat, dan damai bagi seluruh umat manusia.

7. Agar menegaskan dukungan penuh terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, melindungi warga sipil, menegakkan hukum internasional, serta mewujudkan kemerdekaan, keadilan, perdamaian, dan martabat yang berkelanjutan bagi Palestina.

Jakarta, Indonesia, 27 September 2026.

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button