SEHAT

IDAI: Vaksin Influenza Trivalen Aman untuk Balita

Jakarta (SI Online)- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) resmi memberikan lampu hijau terkait penggunaan vaksin influenza tiga antigen atau trivalen.

Vaksin ini dinyatakan aman untuk diberikan kepada kelompok rentan, mulai dari balita, ibu menyusui, hingga pasien dengan penyakit penyerta atau comorbidities.

Anggota Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, menegaskan, kesimpulan ini diambil setelah melalui kajian mendalam oleh para ahli di dalam negeri.

“Bahwa para pakar di Indonesia sudah menyimpulkan bahwa vaksin trivalen itu aman dan boleh,” ujar Soedjatmiko dalam sebuah diskusi panel di Jakarta, Kamis.

Dalam penjelasannya, Soedjatmiko merinci bahwa vaksinasi influenza trivalen dapat dimulai sejak anak menyentuh usia enam bulan dengan jadwal pengulangan setiap tahun.

Namun, terdapat perbedaan prosedur dosis berdasarkan kategori usia. Pertama, anak usia 6 bulan hingga 8 tahun diberikan sebanyak dua dosis antigen yang sama. Jarak atau interval minimal antara vaksinasi pertama dan kedua adalah empat minggu.

Kedua, anak usia di atas 9 tahun cukup diberikan satu dosis untuk vaksinasi pertama.

Baca juga: Vaksinasi Influenza, ‘Atap’ Pelindung Nyawa yang Kerap Terabaikan

Langkah IDAI ini selaras dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Vaksin trivalen dirancang untuk memproteksi tubuh dari varian influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) serta tipe B galur Victoria.

Terkait transisi dari vaksin kuadrivalen ke trivalen, Soedjatmiko menjelaskan bahwa efektivitas keduanya tetap setara. Sebelumnya, vaksin kuadrivalen menyertakan tipe B Yamagata.

Namun, penelitian WHO menunjukkan bahwa sejak periode 2017-2018, virus Yamagata tidak lagi ditemukan berkembang biak pada tubuh manusia yang telah terproteksi.

“Oleh karena itu, WHO menyatakan antigen Yamagata sudah tidak perlu lagi ditambahkan kepada vaksin influenza,” tuturnya.

Ketepatan pemilihan komponen vaksin menjadi kunci proteksi. Vaksin yang komposisinya sesuai dengan virus yang sedang bersirkulasi memiliki tingkat efektivitas hingga 60 persen. Sebaliknya, jika tidak sesuai, efektivitasnya merosot hingga hanya 30 persen.

Ancaman Komplikasi Berbahaya

Masyarakat diimbau tidak meremehkan infeksi influenza. Penyakit ini bukan sekadar flu biasa, melainkan pemicu komplikasi serius seperti pneumonia (radang paru) yang fatal bagi balita dan lansia. Selain demam tinggi dan nyeri otot, influenza berisiko menyebabkan perburukan penyakit kronis hingga radang otak atau encephalitis.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskendari.org

Mengingat virus influenza terus bermutasi setiap tahun, pembaruan dosis vaksin secara rutin menjadi sangat krusial untuk mempertebal imunitas tubuh sesuai dengan perkembangan virus terbaru.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button